Angka Kematian Ibu-Bayi Semester Pertama 2020 di Kab Probolinggo Disebut Turun

KRAKSAAN, Radar Bromo – Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Probolinggo, mengalami penurunan selama semester awal tahun 2020. Angka penurunannya memang tidak terlalu signifikan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo Anang Budi Yoelijanto menuturkan, penurunan AKI dan AKB tidak terlalu banyak. Sehingga, tidak bisa disimpulkan bahwa hal itu disebabkan oleh adanya pandemi Covid-19.

“Angka kematian ibu dan bayi hanya menurun sedikit. Oleh sebab itu, kami katakan masih stagnan, hampir sama dengan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Berdasarkan data yang ada, Dinas Kesehatan mencatat dari awal tahun sampai dengan Senin (29/6), terdapat 8 kematian ibu dan 78 kematian bayi. Angka ini lebih sedikit dibandingkan dengan tahun lalu dengan periode yang sama yakni terdapat 11 kematian ibu dan 82 kematian bayi.

Menurut Anang, ada beberapa penyebab kematian pada ibu. Mayoritas terjadi karena pendarahan saat mengandung atau melahirkan. Namun, ada beberapa penyebab lain turut menjadi pemicu yakni anemia dan hipertensi. Sedangkan kematian bayi dapat disebabkan karena adanya kelainan fisik saat dilahirkan dan kekurangan gizi. Sehingga, tak mampu bertahan hidup lebih lama.

“Kematian bayi saat dilahirkan dapat juga karena kelainan jantung, sehingga sangat rentan. Dan kecenderungan untuk bisa bertahan sangat rendah,” jelasnya.

Untuk menekan AKI dan AKB, upaya pendampingan dan sosialisasi saat kehamilan terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan melalui bidan atau tenaga medis yang ada. Pemenuhan gizi serta kondisi tubuh ibu saat kehamilan juga sangat berpengaruh untuk bayi yang dikandungnya.

“Sejak awal kehamilan, bidan sudah memberikan pendampingan agar kondisi ibu dan bayi baik-baik saja. Tentunya akan terus kami evaluasi, agar AKI dan AKB dapat mengalami penurunan,” tutur Anang. (ar/fun)