Banyak yang Terobos, Semua Pintu Sumber Lele Park Bakal Dipagar

DITEROBOS: Pengunjung masuk ke Sumber Lele Park di Kraksaan. Padahal taman tersebut masih belum dibuka Dinas Lingkungan Hidup. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sejak pandemi Covid-19, Pemkab Probolinggo menutup tempat wisata dan fasilitas publik yang biasa dikunjungi orang. Rupanya situasi tersebut membuat banyak orang bosan dengan imbauan stay at home alias berada di rumah. Buktinya, belakangan banyak warga yang nekat menerobos ke tempat wisata maupun fasilitas publik seperti taman.

Hal ini sempat ditemui Jawa Pos Radar Bromo saat berkunjung te Sumber Lele Park. Taman yang berada di Desa Sumberlele, Kecamatan Kraksaan, belakangan banyak ditemui pengunjung. Mereka nekat menerobos masuk hanya untuk sekadar bermain di sana.

Hal tersebut kontan saja mendapatkan tanggapan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo. Sehingga, rencananya Kamis (4/6) pintu masuk dari taman tersebut akan ditutup.

Kasi Pengembangan dan Pemeliharaan Taman pada DLH Kabupaten Probolinggo Bedjo Rijanto mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih belum membuka lokasi taman tersebut untuk umum. Hal itu berkenaan dengan penanganan virus korona di Kabupaten Probolinggo yang belum tuntas.

“Sudah ada laporan ke kami dan kami sudah melakukan pengecekan langsung. Dan benar, sudah banyak orang yang masuk meski belum kami buka,” ujarnya, Rabu (3/6).

Menurutnya, banyaknya orang yang mulai berdatangan ke taman tersebut tidak terlepas dari rasa bosan di rumah. Sebab, selama dua bulan lebih, beberapa tempat wisata di Probolinggo tidak ada yang buka.

“Orang yang nyelonong itu mungkin karena bosan. Sebab, di rumah terus kan sejak pandemi. Namun, untuk datangnya beberapa orang ke taman itu menang kurang tepat, sebab kan masih ditutup,” ujarnya.

Hingga saat ini masih belum bisa memastikan kapan taman tersebut akan dibuka. Sebab, jika nantinya taman tersebut dibuka, akan besar kemungkinan banyak warga yang akan datang. Sehingga, potensi penyebaran Covid-19 bisa saja terjadi.

“Saya harap warga bersabar untuk sementara waktu. Kita kan sekarang lagi berperang dengan virus ini. Kalau sudah tuntas penanganannya, pasti kami buka,” jelasnya.

Bedjo juga mengatakan, dengan banyaknya warga yang mulai berdatangan, pihaknya akan melakukan penguncian di pintu-pintu masuk taman tersebut. Sehingga, masyarakat yang datang tidak bisa memasuki area taman.

“Ini kami masih mencari bambu. Kalau sudah dapat, insyaallah akan kami pagar semua pintunya, dan akan kami gembok. Jadi nanti yang bisa masuk hanya petugas kebersihan, warga sudah tidak bisa,” ujarnya. (mg1/fun)