alexametrics
23.7 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

SMAN 1 Kraksaan Mulai Gelar Pembelajaran Tatap Muka

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sejak 12 April 2021, SMAN 1 Kraksaan, mulai menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM). Pembelajaran dilakukan dengan menerapkan kuota 50 persen siswa di setiap kelas dalam setiap minggunya. Untuk mendukung PTM, SMAN 1 Kraksaan, juga menyiapkan sarana dan prasarana sesuai SOP protokol kesehatan.

Kepala SMAN 1 Kraksaan Bambang Sudiarto, S, Pd., M.M.Pd., melalui Ketua Tim Pengembang Sekolah Eva Early N.H, S.T., M.Pd., mengatakan, komposisi masing-masing kelas di SMAN 1 Kraksaan, sebanyak 36 siswa. Dengan menerapkan kuota 50 persen, 36 siswa itu dibagi menjadi dua.

“Kami bagi berdasarkan nomor absen. Di sini pembelajarannya 5 hari. Jadi, pada minggu pertama, Senin-Jumat yang mengikuti PTM adalah nomor absen 1-19. Selanjutnya, pada minggu berikutnya giliran nomor absen 20-36,” katanya.

Eva mengatakan, ketika nomor absen 1-19 mengikuti PTM, bukan berarti siswa yang berada dengan nomor absen 20-36 libur. Mereka tetap mengikuti pembelajaran. Melalui daring dari rumah masing-masing.

“Jadi, bergantian dalam setiap minggunya. Guru juga mengajarnya dobel. Ada yang mengajar siswa yang mengikuti PTM dan ada yang mengajar siswa secara daring,” jelasnya.

Sejumlah sarana dan prasarana protokol kesehatan juga telah disiapkan. Di antaranya, 30 unit sarana cuci tangan yang ditempatkan di depan masing-masing kelas. Kemudian, 8 unit lainnya disiapkan di sejumlah tempat. Seperti, di depan ruang guru, ruang TU, laboratorium, hingga ruang BK.

Kami juga menyiapkan thermos gun untuk mengecek suhu siswa dan guru. Ada dua tempat pengecekan. Di depan gerbang pintu masuk dan di tempat lokasi parkir sekolah,” katanya.

Pada bulan Ramadan, SMAN 1 Kraksaan, juga melaksanakan Pondok Ramadan. Pelaksanaannya juga menerapkan protokol kesehatan ketat. Seperti dalam pembelajaran tatap muka, kegiatan Pondok Ramadan, juga bergantian berdasarkan nomor absen. “Dilaksanakan selama 4 hari dan sudah selesai,” katanya. (uno/adv)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sejak 12 April 2021, SMAN 1 Kraksaan, mulai menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM). Pembelajaran dilakukan dengan menerapkan kuota 50 persen siswa di setiap kelas dalam setiap minggunya. Untuk mendukung PTM, SMAN 1 Kraksaan, juga menyiapkan sarana dan prasarana sesuai SOP protokol kesehatan.

Kepala SMAN 1 Kraksaan Bambang Sudiarto, S, Pd., M.M.Pd., melalui Ketua Tim Pengembang Sekolah Eva Early N.H, S.T., M.Pd., mengatakan, komposisi masing-masing kelas di SMAN 1 Kraksaan, sebanyak 36 siswa. Dengan menerapkan kuota 50 persen, 36 siswa itu dibagi menjadi dua.

“Kami bagi berdasarkan nomor absen. Di sini pembelajarannya 5 hari. Jadi, pada minggu pertama, Senin-Jumat yang mengikuti PTM adalah nomor absen 1-19. Selanjutnya, pada minggu berikutnya giliran nomor absen 20-36,” katanya.

Eva mengatakan, ketika nomor absen 1-19 mengikuti PTM, bukan berarti siswa yang berada dengan nomor absen 20-36 libur. Mereka tetap mengikuti pembelajaran. Melalui daring dari rumah masing-masing.

“Jadi, bergantian dalam setiap minggunya. Guru juga mengajarnya dobel. Ada yang mengajar siswa yang mengikuti PTM dan ada yang mengajar siswa secara daring,” jelasnya.

Sejumlah sarana dan prasarana protokol kesehatan juga telah disiapkan. Di antaranya, 30 unit sarana cuci tangan yang ditempatkan di depan masing-masing kelas. Kemudian, 8 unit lainnya disiapkan di sejumlah tempat. Seperti, di depan ruang guru, ruang TU, laboratorium, hingga ruang BK.

Kami juga menyiapkan thermos gun untuk mengecek suhu siswa dan guru. Ada dua tempat pengecekan. Di depan gerbang pintu masuk dan di tempat lokasi parkir sekolah,” katanya.

Pada bulan Ramadan, SMAN 1 Kraksaan, juga melaksanakan Pondok Ramadan. Pelaksanaannya juga menerapkan protokol kesehatan ketat. Seperti dalam pembelajaran tatap muka, kegiatan Pondok Ramadan, juga bergantian berdasarkan nomor absen. “Dilaksanakan selama 4 hari dan sudah selesai,” katanya. (uno/adv)

MOST READ

BERITA TERBARU

/