alexametrics
27 C
Probolinggo
Sunday, 16 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Sisir Lokasi Baru Budi Daya Vaname di Kab Probolinggo

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

DRINGU, Radar Bromo – Tahun ini, Pemkab Probolinggo, menarget bisa mendapatkan 13. 277 ton ikan dari hasil budi daya. Termasuk dari budi daya udang vaname. Karenanya, Dinas Perikanan, terus menyisir lokasi baru untuk budi daya ikan, termasuk udang vaname.

Kasi Produksi Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Asmiyati Kurnianingsih mengatakan, ada sejumlah wilayah yang sudah membudi daya udang vaname. Yakni, menggunakan sistem recirculating aquaculture system (RAS) di media air laut buatan.

“Seperti di Kecamatan Leces, Dringu, dan Banyuanyar, sudah menggunakan sistem RAS. Sangat mudah dilakukan oleh para pembudi daya. Selain modal yang ekonomis, tingkat keberhasilan atau panen juga tinggi. Dengan harapan, target ikan budi daya tahun ini mudah tercapai,” ujarnya.

Ia mengaku akan mencoba sistem ini di beberapa lokasi lain. Utamanya, di daerah selatan. Di daerah dataran tinggi yang jauh dari laut. “Harapannya melalui sistem RAS, budi daya ikan air laut dapat dilakukan di sana,” ujarnya.

Dalam satu kolam terpal, menurut Asmiyati, bisa ditebar 5.000 ekor benih. Dengan biaya produksi sampai panen sekitar Rp 1,5 juta. Hasilnya, bisa mencapai sekitar 50 kilogram. Harga jual udang vaname konsumsi Rp 48.000 per kilogram. Namun, bila dijadikan umpan pancing antara Rp 65 ribu sampai Rp 70 ribu per kilogram. “Pembudi daya masih dapat keuntungan dengan dengan masa pemeliharaan kurang lebih 3 bulan,” jelasnya. (mu/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

DRINGU, Radar Bromo – Tahun ini, Pemkab Probolinggo, menarget bisa mendapatkan 13. 277 ton ikan dari hasil budi daya. Termasuk dari budi daya udang vaname. Karenanya, Dinas Perikanan, terus menyisir lokasi baru untuk budi daya ikan, termasuk udang vaname.

Kasi Produksi Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Asmiyati Kurnianingsih mengatakan, ada sejumlah wilayah yang sudah membudi daya udang vaname. Yakni, menggunakan sistem recirculating aquaculture system (RAS) di media air laut buatan.

“Seperti di Kecamatan Leces, Dringu, dan Banyuanyar, sudah menggunakan sistem RAS. Sangat mudah dilakukan oleh para pembudi daya. Selain modal yang ekonomis, tingkat keberhasilan atau panen juga tinggi. Dengan harapan, target ikan budi daya tahun ini mudah tercapai,” ujarnya.

Mobile_AP_Half Page

Ia mengaku akan mencoba sistem ini di beberapa lokasi lain. Utamanya, di daerah selatan. Di daerah dataran tinggi yang jauh dari laut. “Harapannya melalui sistem RAS, budi daya ikan air laut dapat dilakukan di sana,” ujarnya.

Dalam satu kolam terpal, menurut Asmiyati, bisa ditebar 5.000 ekor benih. Dengan biaya produksi sampai panen sekitar Rp 1,5 juta. Hasilnya, bisa mencapai sekitar 50 kilogram. Harga jual udang vaname konsumsi Rp 48.000 per kilogram. Namun, bila dijadikan umpan pancing antara Rp 65 ribu sampai Rp 70 ribu per kilogram. “Pembudi daya masih dapat keuntungan dengan dengan masa pemeliharaan kurang lebih 3 bulan,” jelasnya. (mu/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2