Pengangkutan Sampah di Kab Probolinggo Masih Normal meski Ada Wabah

NORMAL: Pengangkutan sampah di TPS Kraksaan Wetan menuju TPA Seboro. Ketika ada wabah korona, petugas pengangkut sampah kini bekerja sesuai protokoler kesehatan. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN, Radar Bromo – Wabah korona tak membuat aktivitas pengangkutan sampah di Kabupaten Probolinggo kendor. Buktinya, petugas Dinas Lingkungtan Hidup (DLH) kabupaten setempat masih tetap mengangkut sampah setiap harinya. Bedanya, kini ada protokoler khusus bagi petugas, ketika selesai mengangkut sampah. Untuk ikut mencegah penyebaran virus korona, DLH berencana akan mensterilkan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Probolinggo Zaenal Ansori mengatakan, kegiatan pengangkutan sampah dari TPS menuju TPA terus dilakukan. Namun, dalam teknisnya tetap mengikuti protokoler pencegahan virus korona yang sudah dibuat Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo.

“Untuk truk pengangkut sampah tetap beroperasi. Tentunya mengikuti standar operasional yang sudah diberikan oleh Satgas Covid-19,” ujarnya saat ditemui Jumat (3/4). Menurut Zaenal -sapaan akrabnya-, sejatinya protokoler mengenai pencegahan Covid-19 yang diberikan oleh satgas setempat memang sudah dilakukan oleh pihaknya. Sehingga, dalam realisasinya protokoler yang dilakukan tidak membingungkan.

“Seperti penggunaan hand sanitizer, penggunaan sarung tangan, topi, dan sepatu saat melakukan pengangkutan sampah. Itu, memang sudah menjadi SOP dalam pengerjaan pemungutan sampah. Sehingga, tidak jauh beda dengan protokoler dari Satgas. Selain itu, petugas yang telah selesai bertugas harus membersihakan diri terlebih dahulu sebelum kembali ke kantor,” ujarnya.

Selain itu, Zaenal juga menjelaskan, akan ada rencana sterilisasi di TPS dan TPA milik DLH setempat oleh satgas setempat. Sterilisasi itu akan dilakukan pada 32 kontainer dan TPS yang ada di Kabupaten Probolinggo.

“Sterilisasi akan dilakukan dengan penyemprotan disinfektan oleh satgas pada kontrainer yang ada di pasar-pasar dan rumah sakit. Selain itu, penyemprotan itu juga akan dilakukan di TPS yang ada. Untuk waktunya sendiri masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak satgas,” ujarnya. (mg1/fun)