alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Pastikan Tidak Ada Program Subsidi di Asuransi Tani

KRAKSAAN, Radar Bromo – Nelayan Kabupaten Probolinggo yang berharap program asuransi bersubsidi dari Pemerintah Pusat, harus mencari jalan lain. Sebab, program untuk menjamin pengalihan risiko, pembayaran ganti rugi, dan santunan bagi para nelayan yang mengalami keecelakaan itu dipastikan tidak ada.

Karenanya, Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo menggiring nelayan untuk mengikuti asuransi mandiri. Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono mengatakan, tahun ini program asuransi dari pemerintah tidak ada. Sehingga, pihaknya mengarahkan nelayan mengikuti asuransi mandiri.

“Memang tidak ada. Jadi kami arahkan kepada asuransi mandiri. Pembayaran preminya dibayar sendiri oleh nelayan. Sekali setahun,” ujarnya, Rabu (3/2).

Ia menjelaskan, asuransi mandiri ada tiga jenis premi atau kelas. Asuransi dengan premi Rp 175 ribu dengan uang pertanggungannya Rp 200 juta. Premi Rp 100 ribu dengan uang pertanggungan Rp 100 juta. Serta, premi Rp 75 ribu dengan penanggungan Rp 50 juta.

“Tahun lalu pada 3 jenis asuransi ini, ada yang melakukan klaim. Namun, hanya mendapatkan dana santunan Rp 5 juta. Sebab, nelayan yang terdaftar meninggalnya bukan kecelakaan laut,” ujarnya.

Meski tidak ada program asuransi dari pemerintah, ia menyebutkan, asuransi ini memang sangat penting dan dibutuhkan para nelayan. “Harapannya, nelayan banyak yang daftar. Nanti kami juga akan memfasilitasi pelayanan jika ada nelayan yang hendak mendaftar pada asuransi,” jelasnya. (mu/rud/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Nelayan Kabupaten Probolinggo yang berharap program asuransi bersubsidi dari Pemerintah Pusat, harus mencari jalan lain. Sebab, program untuk menjamin pengalihan risiko, pembayaran ganti rugi, dan santunan bagi para nelayan yang mengalami keecelakaan itu dipastikan tidak ada.

Karenanya, Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo menggiring nelayan untuk mengikuti asuransi mandiri. Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono mengatakan, tahun ini program asuransi dari pemerintah tidak ada. Sehingga, pihaknya mengarahkan nelayan mengikuti asuransi mandiri.

“Memang tidak ada. Jadi kami arahkan kepada asuransi mandiri. Pembayaran preminya dibayar sendiri oleh nelayan. Sekali setahun,” ujarnya, Rabu (3/2).

Ia menjelaskan, asuransi mandiri ada tiga jenis premi atau kelas. Asuransi dengan premi Rp 175 ribu dengan uang pertanggungannya Rp 200 juta. Premi Rp 100 ribu dengan uang pertanggungan Rp 100 juta. Serta, premi Rp 75 ribu dengan penanggungan Rp 50 juta.

“Tahun lalu pada 3 jenis asuransi ini, ada yang melakukan klaim. Namun, hanya mendapatkan dana santunan Rp 5 juta. Sebab, nelayan yang terdaftar meninggalnya bukan kecelakaan laut,” ujarnya.

Meski tidak ada program asuransi dari pemerintah, ia menyebutkan, asuransi ini memang sangat penting dan dibutuhkan para nelayan. “Harapannya, nelayan banyak yang daftar. Nanti kami juga akan memfasilitasi pelayanan jika ada nelayan yang hendak mendaftar pada asuransi,” jelasnya. (mu/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/