Usai 4 Hari Diobservasi, 9 Mahasiswa dari Tiongkok Boleh Pulang

PULANG: Suasana di ruangan direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan, saat proses pemulangan mahasiswa Tiongkok asal Kabupaten Probolinggo yang sebelumnya diobservasi. (Foto: Rosyidi/Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sembilan mahasiswa yang pulang dari Tiongkok asal Kabupaten Probolinggo akhirnya bisa bertemu keluarga. Sebelumnya, mereka sempat menjalani observasi di RSUD Waluyo Jati, Kraksaan. Mereka boleh pulang setelah observasi dianggap selesai.

Total, selama empat hari mereka menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan oleh tim siaga RSUD Waluyo Jati. Dan Senin (3/2) pukul 12.00, mereka boleh pulang. Mereka semua dinyatakan benar-benar sehat dan tidak terinfeksi virus korona.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo Budi Yoelijanto mengatakan, ada 12 mahasiswa dari Tiongkok yang menjalani observasi. Dari jumlah itu, satu di antaranya terlebih dulu diperbolehkan pulang.

“Yang pulang terlebih dulu itu adalah yang datang dan menjalani proses observasi terlebih dulu. Setelah selesai serta dinyatakan sehat penuh, maka boleh pulang,” katanya.

Anang –panggilannya- menjelaskan, seluruh mahasiswa yang menjalani observasi bukan hanya dari Kota Wuhan. Tetapi, berasal dari Quzho dan Fuzho, yang jaraknya dengan Kota Wuhan 900 kilometer.

Hal senada disampaikan Direktur RSUD Waluyo Jati dr Mansur. Menurutnya, para mahasiswa yang menjalani observasi, berstatus orang dalam pemantauan atau bukan sakit. Setelah dipulangkan nantinya, kesembilan mahasiswa akan terus dipantau. Yakni, dengan melibatkan puskesmas yang ada di tempat tinggal mereka.

“Mereka yang menjalani observasi bukan berarti sakit. Namun, dalam status pemantauan, hingga masa observasi selesai sekitar 14 hari pascapulang dari Tiongkok,” terangnya.

Mansur memastikan, seluruh mahasiswa yang dipulangkan hari ini dalam kondisi sehat. Hal itu dibuktikan dengan serangkaian pemeriksaan dan tes kesehatan.

Sementara proses pemulangan kesembilan mahasiswa berlangsung tertutup. Alasannya, untuk menjaga privasi mereka.

Hingga Senin (3/2), di RSUD Waluyo Jati masih ada dua mahasiswa yang menjalani observasi. Mereka belum bisa dipulangkan karena masih dalam tahapan pemeriksaan. (sid/hn)