alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Ada 155 Sekolah di Kab Probolinggo tanpa Kepala Definitif

KRAKSAAN, Radar Bromo – Jumlah sekolah di Kabupaten Probolinggo yang tidak memiliki kepala sekolah definitif terus bertambah. Sejauh ini terdapat 155 sekolah. Mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kekurangan kepala sekolah definitif ini terjadi karena jumlah kepala sekolah telah pensiun dan meninggal dunia. Agar sistem pendidikan dan belajar mengajar di sekolah tetap lancar, kini banyak kepala sekolah yang merangkap sekolah.

“Jumlahnya terus bertambah. Kepala sekolah banyak yang sudah purnatugas,” ujar Kabid Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo Yunita Nur Laili.

Mei lalu, terdapat 119 sekolah tanpa kepala sekolah definitif. Rabu (1/12), jumlah bertambah menjadi 155 sekolah. Di antaranya, 137 SD dan 18 SMP.

Pihaknya telah berupaya mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah. Ada sekitar 58 calon kepala sekolah yang lolos seleksi untuk melaksanakan pendidikan dan pelatihan (diklat). Namun, urung dilaksanakan. Karena, anggarannya dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Penganggaran pelaksanaan diklat kembali dilakukan. Tetapi, ketika anggarannya tersedia, kasus positif Covid-19 meningkat. Tidak hanya itu, ada kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang membatasi segala bentuk kegiatan. Membuat diklat kembali ditunda sampai situasi membaik.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Jumlah sekolah di Kabupaten Probolinggo yang tidak memiliki kepala sekolah definitif terus bertambah. Sejauh ini terdapat 155 sekolah. Mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kekurangan kepala sekolah definitif ini terjadi karena jumlah kepala sekolah telah pensiun dan meninggal dunia. Agar sistem pendidikan dan belajar mengajar di sekolah tetap lancar, kini banyak kepala sekolah yang merangkap sekolah.

“Jumlahnya terus bertambah. Kepala sekolah banyak yang sudah purnatugas,” ujar Kabid Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo Yunita Nur Laili.

Mei lalu, terdapat 119 sekolah tanpa kepala sekolah definitif. Rabu (1/12), jumlah bertambah menjadi 155 sekolah. Di antaranya, 137 SD dan 18 SMP.

Pihaknya telah berupaya mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah. Ada sekitar 58 calon kepala sekolah yang lolos seleksi untuk melaksanakan pendidikan dan pelatihan (diklat). Namun, urung dilaksanakan. Karena, anggarannya dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Penganggaran pelaksanaan diklat kembali dilakukan. Tetapi, ketika anggarannya tersedia, kasus positif Covid-19 meningkat. Tidak hanya itu, ada kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang membatasi segala bentuk kegiatan. Membuat diklat kembali ditunda sampai situasi membaik.

MOST READ

BERITA TERBARU

/