alexametrics
24C
Probolinggo
Monday, 18 January 2021

Nambang Pasir, Pemuda Paiton Hilang setelah Lahar Semeru Menerjang

PAITON, Radar Bromo- Seorang warga Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo dikabarkan hilang setelah diterjang lahar panas Gunung Semeru di Lumajang, Selasa (1/12). Korban yaitu Fathor Rahman, 26, yang berprofesi sebagai operator alat berat tambang pasir.

Saat Gunung Semeru menyemburkan laharnya, warga Dusun Petinggi, RT 007/RW 002, Desa Petunjungan itu sedang menambang pasir di aliran sungai Kobokan. Dia sedang mengoperatori alat beratnya. Setelah lahar datang, bapak satu anak itu tidak lagi kelihatan.

Dani Hermawan, paman Fathor membenarkan bahwa keponakannya hilang sampai saat ini. Tidak ada kabar darinya setelah lahar panas menerjang tempatnya bekerja. Pihak keluarga pun berusaha menghubungi nomor handphone-nya. Namun, tidak aktif. “Sudah kami coba hubungi. Tetapi nomornya tidak aktif, ” katanya.

Pihak keluarga juga menghubungi perusahaan tempat Fathor bekerja. Namun, jawaban yang diberikan sama. Pihak perusahaan hilang kontak dengan Fathor.

“Kami saat ini masih menunggu kabar dari tim SAR. Semoga dia bisa ditemukan dengan selamat,” katanya.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Petunjungan Moh Ishaq Baihaqi menambahkan, pihak keluarga belum yakin Fathor hilang akibat diterjang lahar gunung Semeru. Namun, sejak Semeru erupsi hingga saat ini, Fathor belum diketahui keberadaanya.

“HP-nya sudah tidak aktif. Pihak keluarga belum yakin Fathor hilang (akibat diterjang lahar), meskipun tidak bisa dihubungi lagi,” katanya.

Ia bersama keluarga pun sudah mendatangi tempak korban bekerja, Rabu (2/12) di sungai Kobokan. Namun, hasilnya nihil. Korban tidak bisa ditemui.

“Kami juga ke pimpinan perusahaan. Katanya masih berkoordinasi dengan BPBD dan Polres Lumajang. Sebab, saat itu alat berat yang dipakai Fathor bekerja masih ada di lokasi,” tandasnya.

Kemarin menurutnya, keluarga mendapat informasi bahwa alat berat yang dipakai korban bekerja sudah dievakuasi. Tapi, sejauh ini belum ada kejelasan tentang nasib Fathor. (sid/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU