alexametrics
29 C
Probolinggo
Wednesday, 3 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Manfaatkan DBHCHT Kab Probolinggo untuk Penanganan Covid-19

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) di Kabupaten Probolinggo sebagian digunakan untuk penanganan Covid-19 tahun ini. Dari 74 persen yang diposkan untuk kesehatan, sekitar 16 persennya untuk penanganan Covid.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Kabupaten Probolinggo, Susilo Isnadi menjelaskan, semula alokasi DBHCHT pada bidang kesehatan sekitar 58 persen. Anggaran itu untuk mendukung program jaminan kesehatan nasional (JKN).

Tetapi, ketika pandemi korona mewabah, Pemkab melakukan refocusing anggaran, termasuk untuk DBHCHT. Sehingga, alokasi DBHCHT untuk bidang kesehatan tahun ini bertambah menjadi 74 persen atau Rp 47.656.367.132,58.

“Tambahan alokasi itu merupakan pengalihan dari bidang non kesehatan yang digunakan untuk biaya tidak terduga (BTT). Yakni, untuk penanganan Covid-19. Sehingga, alokasi DBHCHT di OPD penerima juga berubah,” terang Susilo.

Dari dana Rp 47 Miliar lebih itu, 16 persennya digunakan untuk Covid-19. Yaitu, untuk pengadaan alat perlindungan diri (APD), peralatan rapid test, hingga fasilitas PCR Test untuk uji specimen sampel swab di RSUD Waluyo Jati, Kraksaan. Juga pengadaan masker bagi masyarakat.

Pagu penerimaan reguler DBHCHT Pemkab Probolinggo tahun ini, sebesar Rp 60.096.808.000. Ditambah sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) tahun 2019 sebesar Rp 7.421.701.249,58. Sehingga, total DBHCHT mencapai Rp 67.518.509.249,58.

Dana puluhan miliar itu digunakan untuk mendanai program atau kegiatan yang tersebar di 17 OPD. Ada 5 program atau kegiatan dari 17 OPD yang bersumber dari DBHCHT. Antara lain, peningkatan bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi di bidang cukai, dan pemberantasan barang kena cukai illegal.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Probolinggo Yulius Christian mengimbau agar masyarakat terus menerapkan protokol kesehatan. Mulai memakai masker, jaga jarak, serta mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona.

“Dana yang dikeluarkan pemkab sangat besar untuk penanganan Covid. Karena itu, kami berharap masyarakat taat protokol kesehatan. Ini untuk mencegah penularan dan memotong rantai penularan Covid,” katanya. (sid/hn)

Mobile_AP_Rectangle 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) di Kabupaten Probolinggo sebagian digunakan untuk penanganan Covid-19 tahun ini. Dari 74 persen yang diposkan untuk kesehatan, sekitar 16 persennya untuk penanganan Covid.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Kabupaten Probolinggo, Susilo Isnadi menjelaskan, semula alokasi DBHCHT pada bidang kesehatan sekitar 58 persen. Anggaran itu untuk mendukung program jaminan kesehatan nasional (JKN).

Tetapi, ketika pandemi korona mewabah, Pemkab melakukan refocusing anggaran, termasuk untuk DBHCHT. Sehingga, alokasi DBHCHT untuk bidang kesehatan tahun ini bertambah menjadi 74 persen atau Rp 47.656.367.132,58.

Mobile_AP_Half Page

“Tambahan alokasi itu merupakan pengalihan dari bidang non kesehatan yang digunakan untuk biaya tidak terduga (BTT). Yakni, untuk penanganan Covid-19. Sehingga, alokasi DBHCHT di OPD penerima juga berubah,” terang Susilo.

Dari dana Rp 47 Miliar lebih itu, 16 persennya digunakan untuk Covid-19. Yaitu, untuk pengadaan alat perlindungan diri (APD), peralatan rapid test, hingga fasilitas PCR Test untuk uji specimen sampel swab di RSUD Waluyo Jati, Kraksaan. Juga pengadaan masker bagi masyarakat.

Pagu penerimaan reguler DBHCHT Pemkab Probolinggo tahun ini, sebesar Rp 60.096.808.000. Ditambah sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) tahun 2019 sebesar Rp 7.421.701.249,58. Sehingga, total DBHCHT mencapai Rp 67.518.509.249,58.

Dana puluhan miliar itu digunakan untuk mendanai program atau kegiatan yang tersebar di 17 OPD. Ada 5 program atau kegiatan dari 17 OPD yang bersumber dari DBHCHT. Antara lain, peningkatan bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi di bidang cukai, dan pemberantasan barang kena cukai illegal.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Probolinggo Yulius Christian mengimbau agar masyarakat terus menerapkan protokol kesehatan. Mulai memakai masker, jaga jarak, serta mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona.

“Dana yang dikeluarkan pemkab sangat besar untuk penanganan Covid. Karena itu, kami berharap masyarakat taat protokol kesehatan. Ini untuk mencegah penularan dan memotong rantai penularan Covid,” katanya. (sid/hn)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2