alexametrics
28.1 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Dua Hektare Hutan di Gunung Geni Terbakar  

TEGALSIWALAN, Radar Bromo-Hutan di kawasan Gunung Geni milik Perhutani di Desa Bulujaran Kidul, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Kamis malam (2/9) membara. Si jago merah melalap lahan seluas sekitar 2 hektare.

Tidak ada korban dalam kejadian itu. Namun, kebakaran itu sempat membuat panik warga sekitar. Kebakaran terjadi sekitar pukul 19.30.

Saat itu warga setempat melihat bara api dan kepulan asap membumbung. Lantas melaporkan kepada petugas perhutani. Mendapat laporan tersebut petugas kemudian melakukan patroli keamanan hutan. Selanjutnya meluncur ke lokasi kebakaran.

“Kami dapat laporan dan saat itu kebetulan sedang melakukan patroli. Jadi langsung menuju lokasi untuk segera melakukan tindakan,” ujar Kepala Resort Polisi Hutan Klenang Muhammad Kasan.

Selanjutnya bersama dengan 6 petugas gabungan diantaranya petugas perhutani 3 orang, 1 orang dari BPBD, dibantu 2 warga setempat. Melakukan penyisiran pusat kebakaran. Kemudian ditemukan titik api berada di petak 23c blok Gunung Geni, RPH Klenang.

Petugas lantas menjangkau lokasi, medan berupa pasir dan menanjak sedikit meyulitkan petugas. Beruntungnya saat proses menjangkau titik api berangsur-angsur mengecil. Namun demikian petugas tetap menuju lokasi.

Sesampainya di titik api, petugas melakukan upaya pemadaman secara manual. Yakni dengan gebyok. Menggunakan dahan pohon. Api berhasil dipadamkan sekitar 45 menit kemudian. Petugas kemudian melakukan pemetaan bekas lahan yang terbakar. Diketahui seluas 2 hektare lahan yang vegetasinya berupa semak dan rumput yang telah mengering.

“Upaya gebyok dilakukan bersama, pukul 21.45 api sudah padam. Namun kami tetap waspada takut ada bara api yang masih tersisa,” katanya.

Kasan mengatakan, sumber api berasal dari tanah gunung geni yang panas. Sehingga membuat bara api pada tanaman kering. Karena angin kencang api membesar dan meluas.

“Penyebab kebakaran karena faktor alam, hampir tiap tahun gunung geni kebarakan penyebabnya juga sama. Kerugian yang ditimbulkan hanya sedikit. Hanya saja membuat panik warga sekitar,” jelasnya. (ar/mie)

 

TEGALSIWALAN, Radar Bromo-Hutan di kawasan Gunung Geni milik Perhutani di Desa Bulujaran Kidul, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Kamis malam (2/9) membara. Si jago merah melalap lahan seluas sekitar 2 hektare.

Tidak ada korban dalam kejadian itu. Namun, kebakaran itu sempat membuat panik warga sekitar. Kebakaran terjadi sekitar pukul 19.30.

Saat itu warga setempat melihat bara api dan kepulan asap membumbung. Lantas melaporkan kepada petugas perhutani. Mendapat laporan tersebut petugas kemudian melakukan patroli keamanan hutan. Selanjutnya meluncur ke lokasi kebakaran.

“Kami dapat laporan dan saat itu kebetulan sedang melakukan patroli. Jadi langsung menuju lokasi untuk segera melakukan tindakan,” ujar Kepala Resort Polisi Hutan Klenang Muhammad Kasan.

Selanjutnya bersama dengan 6 petugas gabungan diantaranya petugas perhutani 3 orang, 1 orang dari BPBD, dibantu 2 warga setempat. Melakukan penyisiran pusat kebakaran. Kemudian ditemukan titik api berada di petak 23c blok Gunung Geni, RPH Klenang.

Petugas lantas menjangkau lokasi, medan berupa pasir dan menanjak sedikit meyulitkan petugas. Beruntungnya saat proses menjangkau titik api berangsur-angsur mengecil. Namun demikian petugas tetap menuju lokasi.

Sesampainya di titik api, petugas melakukan upaya pemadaman secara manual. Yakni dengan gebyok. Menggunakan dahan pohon. Api berhasil dipadamkan sekitar 45 menit kemudian. Petugas kemudian melakukan pemetaan bekas lahan yang terbakar. Diketahui seluas 2 hektare lahan yang vegetasinya berupa semak dan rumput yang telah mengering.

“Upaya gebyok dilakukan bersama, pukul 21.45 api sudah padam. Namun kami tetap waspada takut ada bara api yang masih tersisa,” katanya.

Kasan mengatakan, sumber api berasal dari tanah gunung geni yang panas. Sehingga membuat bara api pada tanaman kering. Karena angin kencang api membesar dan meluas.

“Penyebab kebakaran karena faktor alam, hampir tiap tahun gunung geni kebarakan penyebabnya juga sama. Kerugian yang ditimbulkan hanya sedikit. Hanya saja membuat panik warga sekitar,” jelasnya. (ar/mie)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/