alexametrics
24 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Juara Lomba Inovasi Daerah Kab Probolinggo Kategori Pelayanan Publik

PUSKESMAS Maron terus berinovasi dan berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada warga. Salah satunya, melalui Program Pemberdayaan Menjalin Kemitraan Halau Penyakit TB dari Kabupatenku (Pelita Hatiku). Ternyata, program ini diapresiasi. Menang Lomba Inovasi Daerah 2021 gelaran Bappeda Kabupaten Probolinggo.

Pelita Hatiku digarap dengan tujuan menanggulangi penyakit tuberkulosis atau yang biasa dikenal dengan TB. Salah satu metode yang dilakukan adalah memperbanyak temuan kasus TB. Dengan tujuan memutus mata rantai penyebarannya.

“Strategi penemuan aktif. Temukan terduga TB sebanyak mungkin, sehingga mata rantai penyebarannya dapat diputus,” ujar Koordinator Program P2-TB Puskesmas Maron Saiful Rijal Balya.

Melalui program ini, penemuan kasus TB dan terduga TB mulai meningkat sejak 2017. Saat itu, target temuan 83 kasus TB dan tercapai 56 atau 67 persen. Sementara, terduga TB targetnya 985 kasus dengan capaian 328 kasus atau 33 persen.

Pada 2018 target penemuan kasus TB meningkat, yakni 120 kasus. Dengan capaian 103 kasus atau 85 persen. Tahun 2019, kasus TB menurun. Hanya ada 82 kasus dengan target 91 kasus. Namun, persentase capaian meningkat, mencapai 90 persen. Sementara, terduga TB targetnya 625 kasus dengan capaian 1.123 kasus atau 180 persen.

“Alhamdulillah sejak 2017 dalam pelaksanaan program ini peningkatan penemuan kasus TB dan terduga TB cukup besar. Sehingga, potensi untuk memutus mata rantai TB lebih besar,” ujar Saiful Rijal Balya.

Pelita Hatiku dilakukan dengan memberdayakan masyarakat. Terutama kader TB. Selain itu, memaksimalkan Ponkesdes sebagai koordinator UKBM. Mereka lebih mengenal dan lebih dekat dengan masyarakat.

“Harapan kami, dengan keterlibatan masyarakat, upaya pencarian terduga TB dapat dilakukan dengan lebih persuasif. Pemberdayaan ini dilakukan kepada kader TB dan para perawat serta bidan di 13 desa di Kecamatan Maron,” jelasnya.

Teknisnya, Program Pelita Hatiku mengembangkan hasil investigasi kontak yang standar dilakukan pada 20 orang menjadi 30 orang kontak erat. “Dengan lebih banyak yang dicurigai, maka pencegahan ini akan semakin dapat dilakukan,” ujarnya. (mu/adv)

PUSKESMAS Maron terus berinovasi dan berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada warga. Salah satunya, melalui Program Pemberdayaan Menjalin Kemitraan Halau Penyakit TB dari Kabupatenku (Pelita Hatiku). Ternyata, program ini diapresiasi. Menang Lomba Inovasi Daerah 2021 gelaran Bappeda Kabupaten Probolinggo.

Pelita Hatiku digarap dengan tujuan menanggulangi penyakit tuberkulosis atau yang biasa dikenal dengan TB. Salah satu metode yang dilakukan adalah memperbanyak temuan kasus TB. Dengan tujuan memutus mata rantai penyebarannya.

“Strategi penemuan aktif. Temukan terduga TB sebanyak mungkin, sehingga mata rantai penyebarannya dapat diputus,” ujar Koordinator Program P2-TB Puskesmas Maron Saiful Rijal Balya.

Melalui program ini, penemuan kasus TB dan terduga TB mulai meningkat sejak 2017. Saat itu, target temuan 83 kasus TB dan tercapai 56 atau 67 persen. Sementara, terduga TB targetnya 985 kasus dengan capaian 328 kasus atau 33 persen.

Pada 2018 target penemuan kasus TB meningkat, yakni 120 kasus. Dengan capaian 103 kasus atau 85 persen. Tahun 2019, kasus TB menurun. Hanya ada 82 kasus dengan target 91 kasus. Namun, persentase capaian meningkat, mencapai 90 persen. Sementara, terduga TB targetnya 625 kasus dengan capaian 1.123 kasus atau 180 persen.

“Alhamdulillah sejak 2017 dalam pelaksanaan program ini peningkatan penemuan kasus TB dan terduga TB cukup besar. Sehingga, potensi untuk memutus mata rantai TB lebih besar,” ujar Saiful Rijal Balya.

Pelita Hatiku dilakukan dengan memberdayakan masyarakat. Terutama kader TB. Selain itu, memaksimalkan Ponkesdes sebagai koordinator UKBM. Mereka lebih mengenal dan lebih dekat dengan masyarakat.

“Harapan kami, dengan keterlibatan masyarakat, upaya pencarian terduga TB dapat dilakukan dengan lebih persuasif. Pemberdayaan ini dilakukan kepada kader TB dan para perawat serta bidan di 13 desa di Kecamatan Maron,” jelasnya.

Teknisnya, Program Pelita Hatiku mengembangkan hasil investigasi kontak yang standar dilakukan pada 20 orang menjadi 30 orang kontak erat. “Dengan lebih banyak yang dicurigai, maka pencegahan ini akan semakin dapat dilakukan,” ujarnya. (mu/adv)

MOST READ

BERITA TERBARU

/