Pedagang Ikan Asap di Dringu Masih Bersyukur Meski Pembeli tak Seramai Tahun Lalu

DRINGU, Radar Bromo – Bulan suci Ramadan selalu menjadi keberkahan tersendiri bagi para pedagang ikan asap. Itu, dirasakan para pedagang ikan asap di tepi Jalan raya pantura Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Meski di tengah pandemi virus korona, ikan asap khas pendalungan tersebut masih saja diburu warga yang melintas di jalan raya pantura tersebut.

Salah satu pedagang ikan asap, Rahmawati, warga desa setempat mengatakan, selama Ramadan mampu membawa uang hasil jual ikan asap cukup lumayan. Karena jumlah pembeli ikan asap di bulan puasa alami kenaikan dibanding hari biasa.

”Alhamdulillah, pembeli ikan asap sekarang ramai dibanding sebelum bulan puasa. Peningkatan jumlah pembeli ikan asap di bulan Ramadan 50 persen lebih,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Namun, diakui Rahmawati, suasana bulan Ramadan tahun kemarin jauh lebih ramai dibanding bulan puasa tahun ini. Mungkin karena pengaruh pandemi virus korona. Tetapi, kondisi pembeli ramai saat ini cukup disyukuri. ”Kalau dibanding bulan Ramadan tahun kemarin, memang lebih ramai tahun lalu. Tapi, sekarang lumayan lah, dibanding hari biasa,” ungkapnya.

Rahmawati mengaku, untuk yang laris dibeli adalah jenis ikan asap cakalang. Karena sangat enak diolah dalam bentuk lalapan sambal. Untuk satu tusuk ikan asap, harganya bervariasi mulai Rp 5 ribu hingga Rp 50 ribu per ekornya. Tergantung jenis ikan dan ukuran ikan asap.

”Semoga di tengah kondisi pandemi ini, pembeli tetap ramai. Supaya bisa membantu perekonomian para pedagang ikan asap di sini,” harapnya. (mas/fun)