alexametrics
25.6 C
Probolinggo
Monday, 4 July 2022

Pelat Deker Berlubang di Sentong Tak Kunjung Diperbaiki

KREJENGAN, Radar Bromo – Pelat deker yang berlubang di jalan masuk Desa Sentong, Krejengan, Kabupaten Probolinggo, tak kunjung diperbaiki. Padahal, sudah beberapa kali pengendara jatuh di jalan yang berlubang itu.

Yang terakhir, seorang pengendara jatuh pada Rabu (31/3) malam. Seperti yang disampaikan Abdurrahman, warga setempat.

Menurutnya, malam itu dia hendak berkunjung ke rumah saudaranya di Wangkal, Kecamatan Gading. Sampai di pelat deker berlubang itu, dia mendapati seorang perempuan tergeletak di tengah jalan.

“Saya tidak tahu kejadiannya. Tiba-tiba ada perempuan naik motor matik jatuh di lubang jalan itu. Pahanya tertindih motor matiknya. Penyebabnya karena ban depan motornya masuk ke lubang jalan itu,” ujarnya, Kamis (1/4).

Beruntung, saat itu lalu lalang kendaraan tidak begitu padat di jalan tersebut. Sehingga, perempuan itu tidak tertabrak kendaraan lain.

“Waktu itu gerimis, sudah malam juga. Sekitar pukul 22.30. Jadi jalanan pas sepi. Langsung saya tolong. Katanya dari Desa Rawan,” ujarnya.

Prayid, 47, juga warga desa setempat menyampaikan, bukan sekali ini ada pengendara jatuh di pelat deker yang berlubang itu. Terhitung lebih dari lima kali kejadian serupa terjadi. Beruntung, tidak sampai ada korban yang meninggal.

“Sebelum ini juga ada dua perempuan yang berboncengan dan jatuh semua di jalan berlubang itu. Sudah sering kok. Alhamdulillah tidak ada korban yang sampai meninggal,” ujarnya.

Prayid menjelaskan, warga setempat sudah melakukan beberapa upaya agar pelat deker yang berlubang itu tidak membahayakan pengguna jalan. Di antaranya, memberi rambu di jalan. Namun, rambu yang dipasang warga tak jarang terlindas kendaraan dan roboh.

“Sudah sering kami ganti rambunya, terlindas lagi. Yang bahaya saat malam. Sebab, penerangan di sekitar jalan berlubang ini minim,” ujarnya.

Menurutnya, warga berharap jalan itu segera diperbaiki. Sebab, sangat membahayakan para pengendara.

“Jangan tunggu ada korban baru diperbaiki. Sebelumnya memang sudah diperbaiki. Tapi mungkin karena kualitasnya tidak bagus, akhrinya rusak lagi,” ujar Prayid.

Semantara itu, hingga berita ini ditulis Kepala UPT Pengelola Jalan dan Sumber Daya Air (PJ-SDA) Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Ahmad Mulyono tidak dapat dikonfirmasi. Beberapa kali wartawan Jawa Pos Radar Bromo menghubunginya melalui sambulan telepon. Namun, tidak kunjung diangkat. (mu/hn)

KREJENGAN, Radar Bromo – Pelat deker yang berlubang di jalan masuk Desa Sentong, Krejengan, Kabupaten Probolinggo, tak kunjung diperbaiki. Padahal, sudah beberapa kali pengendara jatuh di jalan yang berlubang itu.

Yang terakhir, seorang pengendara jatuh pada Rabu (31/3) malam. Seperti yang disampaikan Abdurrahman, warga setempat.

Menurutnya, malam itu dia hendak berkunjung ke rumah saudaranya di Wangkal, Kecamatan Gading. Sampai di pelat deker berlubang itu, dia mendapati seorang perempuan tergeletak di tengah jalan.

“Saya tidak tahu kejadiannya. Tiba-tiba ada perempuan naik motor matik jatuh di lubang jalan itu. Pahanya tertindih motor matiknya. Penyebabnya karena ban depan motornya masuk ke lubang jalan itu,” ujarnya, Kamis (1/4).

Beruntung, saat itu lalu lalang kendaraan tidak begitu padat di jalan tersebut. Sehingga, perempuan itu tidak tertabrak kendaraan lain.

“Waktu itu gerimis, sudah malam juga. Sekitar pukul 22.30. Jadi jalanan pas sepi. Langsung saya tolong. Katanya dari Desa Rawan,” ujarnya.

Prayid, 47, juga warga desa setempat menyampaikan, bukan sekali ini ada pengendara jatuh di pelat deker yang berlubang itu. Terhitung lebih dari lima kali kejadian serupa terjadi. Beruntung, tidak sampai ada korban yang meninggal.

“Sebelum ini juga ada dua perempuan yang berboncengan dan jatuh semua di jalan berlubang itu. Sudah sering kok. Alhamdulillah tidak ada korban yang sampai meninggal,” ujarnya.

Prayid menjelaskan, warga setempat sudah melakukan beberapa upaya agar pelat deker yang berlubang itu tidak membahayakan pengguna jalan. Di antaranya, memberi rambu di jalan. Namun, rambu yang dipasang warga tak jarang terlindas kendaraan dan roboh.

“Sudah sering kami ganti rambunya, terlindas lagi. Yang bahaya saat malam. Sebab, penerangan di sekitar jalan berlubang ini minim,” ujarnya.

Menurutnya, warga berharap jalan itu segera diperbaiki. Sebab, sangat membahayakan para pengendara.

“Jangan tunggu ada korban baru diperbaiki. Sebelumnya memang sudah diperbaiki. Tapi mungkin karena kualitasnya tidak bagus, akhrinya rusak lagi,” ujar Prayid.

Semantara itu, hingga berita ini ditulis Kepala UPT Pengelola Jalan dan Sumber Daya Air (PJ-SDA) Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Ahmad Mulyono tidak dapat dikonfirmasi. Beberapa kali wartawan Jawa Pos Radar Bromo menghubunginya melalui sambulan telepon. Namun, tidak kunjung diangkat. (mu/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/