Suplay Sapi Tersendat Pengaruhi Stok di Pasar, Pedagang Mulai Kesulitan

BESUK, Radar Bromo – Wabah virus korona yang banyak membuat masyarakat berdiam diri di rumah, ternyata juga berpengaruh terhadap stok sapi yang ada di pasaran. Kini banyak banyak para pedang yang kesusahan mencari untuk usaha penjualan sapinya.

Seperti yang diketahui Pemkab Probolinggo saat ini memberi batasan jam pasar di 36 pasar yang ditangani. Hal tersebut juga mempengaruhi jumlah sapi yang ada di pasaran.

Abdullah 49, salah satu pedang sapi asal Besuk mengatakan, sudah dua bulan dirinya dan pedangang lainnya mengalami kesusahan mencari sapi. Sebab, saat ini sudah tidak adalagi pasokan sapi dari luar daerah.

“Sejak dua bulan sebelumnya para pedang sudah kesulitan mencari sapi untuk dijual.  Padahal, pada awal tahun ini permintaan sapi meningkat, sebab banyak orang yang hendak memelihara sapi, untuk nantinya dijual lagi,” ujarnya saat ditemui Rabu (1/4) lalu.

Disamping suplay sapi sapi sudah tidak ada, lanjut Abdullah, para pedagang sapi yang masih memiliki sapi untuk dijual, sekarang juga mengalami kesulitan dalam penjualnya. Sebab, saat ini pasar sapi yang ada di wilayah setempat juga dikenakan pembatasan jam operasi.

“Namanya orang jualan, barang dagangan laku kapan kan masih belum tahu kondisi. Kadang saat mau pulang, baru ada pembeli. Lah  sekarangpun jam operasinya juga dibatasi. Dirasakan atau tidak, hal tersebut berpangaruh pada penjualan. Meski untuk reseki itu memang tak mungkin tertukar,” ujarnya.

Sama halnya seperti yang diungkap Nurul Qomar, salah satu pedagang sapi asal Kecamatan Pakuniran. Dia mengungkapkan, saat ini seperti pasar hewan Bucor, Pakuniran yang buka setiap Selasa, mengalami penurunan. “Tentunya sama seperti di Pasar Besuk yang buka setiap Kamis, dan Pasar Maron yang selalu ramai saat Sabtu, juga mengalami penurunan. Sebab sudah tidak ada kiriman sapi. Semua pedagang pastinya tahu, karena komunikasi dengan pedagang luar daerah terus dilakukan,” ujarnya.

Di sisi lain paramedik veteriner Balai Besar Karantina Pertanian Wilayah Kerja Kalibuntu Probolinggo Slamet Haryadi mengatakan, pasokan sapi dari luar daerah memang untuk saat ini tidak ada. Ini membuat pasokan sapi yang turun di tempatnya, sementara ini masih kosong. (mg1/fun)