alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Pembangunan Bronjong Swadaya usai Banjir Pakuniran Capai 40 Persen

PAKUNIRAN, Radar Bromo- Pembangunan bronjong di Dusun Dulukan, Desa Gunggungan Kidul, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, terus dikebut. Pembangunan tanggul di daerah terdampak banjir itu telah mencapai sekitar 40 persen.

Hal tersebut diungkap Camat Pakuniran Imron Rasidi. Ia mengatakan, pembangunan bronjong di bagian tepi Sungai Dusun Dulukan, dilakukan warga sejak beberapa waktu lalu. “Sekitar 40 persen pemasangannya. Saat ini, masyarakat masih mengerjakannya,” ujarnya, Rabu (2/2).

Total panjang bronjong yang akan dibangun sekitar 70 meter. Imron mengaku tidak mamasang target kapan harus rampung. Alasannya, pengerjaannya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. “Tidak ada target. Bronjong dibangun agar kala ada banjir tidak langsung masuk ke permukiman,” ujarnya.

Sejauh ini, perbaikan tepi sungai yang rusak akibat banjir beberapa waktu lalu baru dilakukan di Dusun Dulukan. Sementara, di Dusun Krajan, Desa Gunggungan Kidul dan Desa Patemon Kulon, belum digarap. Masih menunggu informasi lebih lanjut dari Dinas PUPR.

“Karena di sana (Dusun Dulukan) yang dirasa sangat urgen. Sejatinya semuanya urgen, tapi di sana yang didahulukan. Masyarakatnya juga semangat,” katanya. Dari ketiga lokasi itu, total tanggul yang rusak mencapai 220 meter.

Imron mengatakan, dua lokasi yang belum digarap sudah dirapatkan. Serta, akan dianggarkan dalam Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD). “Untuk ketahanan pangannya kami gunakan PKTD di desa-desa. Untuk bronjongnya menunggu PUPR,” jelasnya.

PAKUNIRAN, Radar Bromo- Pembangunan bronjong di Dusun Dulukan, Desa Gunggungan Kidul, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, terus dikebut. Pembangunan tanggul di daerah terdampak banjir itu telah mencapai sekitar 40 persen.

Hal tersebut diungkap Camat Pakuniran Imron Rasidi. Ia mengatakan, pembangunan bronjong di bagian tepi Sungai Dusun Dulukan, dilakukan warga sejak beberapa waktu lalu. “Sekitar 40 persen pemasangannya. Saat ini, masyarakat masih mengerjakannya,” ujarnya, Rabu (2/2).

Total panjang bronjong yang akan dibangun sekitar 70 meter. Imron mengaku tidak mamasang target kapan harus rampung. Alasannya, pengerjaannya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. “Tidak ada target. Bronjong dibangun agar kala ada banjir tidak langsung masuk ke permukiman,” ujarnya.

Sejauh ini, perbaikan tepi sungai yang rusak akibat banjir beberapa waktu lalu baru dilakukan di Dusun Dulukan. Sementara, di Dusun Krajan, Desa Gunggungan Kidul dan Desa Patemon Kulon, belum digarap. Masih menunggu informasi lebih lanjut dari Dinas PUPR.

“Karena di sana (Dusun Dulukan) yang dirasa sangat urgen. Sejatinya semuanya urgen, tapi di sana yang didahulukan. Masyarakatnya juga semangat,” katanya. Dari ketiga lokasi itu, total tanggul yang rusak mencapai 220 meter.

Imron mengatakan, dua lokasi yang belum digarap sudah dirapatkan. Serta, akan dianggarkan dalam Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD). “Untuk ketahanan pangannya kami gunakan PKTD di desa-desa. Untuk bronjongnya menunggu PUPR,” jelasnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/