alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Puting Beliung Terjang Pajarakan, Tiga Rumah Rusak

PAJARAKAN, Radar Bromo – Angin puting beliung menerjang Dusun Landangan, Desa Penambangan, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Senin (1/2) sore. Kerasnya hantaman angin mengakibatkan tiga rumah rusak.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30. Saat itu terjadi hujan dengan intensitas sedang – deras disertai angin kencang. Angin berembus dari arah utara laut dan menghempas daratan.

Beberapa saat kemudian, angin bertiup semakin kencang dan menghantam permukiman warga. Kerasnya hantaman angin membuat tiga rumah rusak. Rumah tersebut milik Madruji, Matruki, dan Herliyanto yang jaraknya berdekatan.

“Mulanya hujan turun pukul 14.30, disusul angin kencang. Tambah lama kok tambah kencang,” ujar Ina, istri Herliyanto saat ditemui Selasa (2/2) pagi.

Ina menceritakan, saat itu dia bersama suami dan tiga anaknya sedang di dalam rumah. Dari dalam rumah, angin yang berembus terdengar seperti suara pesawat.

Ina pun penasaran dan mengintip dari dalam rumah. Rupanya angin yang berembus mengarah ke rumahnya dan menyapu atap rumah yang terbuat dari asbes. Atap rumah sebelah timur pun porak poranda.

“Saking kencangnya angin saya sampai membaca takbir. Takut rumah terangkat,” ujarnya.

Hal senada diceritakan Sapuni, istri dari Madruji. Menurutnya, angin begitu kencang Selasa sore itu. Saat itu dirinya sedang sendirian di rumah. Angin menghantam teras depan rumahnya yang menghadap utara. Akibatnya, bangunan teras rumah semipermanen yang berkonstruksi kayu itu roboh dan hancur.

“Teras yang kena angin ambruk, genting dan kaca teras pecah. Untung saja ruang tamu tidak kena angin,” katanya.

Kepala Desa Penambangan Hasanudin menuturkan, setelah puting beliung terjadi, warga setempat gotong royong membersihkan puing yang berserakan. Namun, pembersihan tidak dapat dilakukan dengan maksimal. Sebab angin masih berembus dan hujan deras turun.

“Sempat dibersihkan, tapi belum seluruhnya. Sebab, saat bersih-bersih hujan turun. Tidak ada korban jiwa. Hanya kerusakan di teras rumah dan atap. Taksiran kerugian materiil mencapai sekitar Rp 30 juta,” bebernya.

Kasi Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Nurul Wahyudi membenarkan bencana puting beliung itu. Saat melakukan asesmen dia mengatakan, cuaca saat ini masih ekstrem. Sehingga, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana sebagai mitigasi risiko bencana.

“Cuacanya memang kurang baik, harus lebih waspada. Untuk warga yang terdampak angin puting beliung kami berikan bantuan logistik dan terpal untuk menutupi atap yang rusak. Selanjutnya kami masih berkoordinasi dengan pihak terkait untuk perbaikan,” bebernya. (ar/hn/fun)

PAJARAKAN, Radar Bromo – Angin puting beliung menerjang Dusun Landangan, Desa Penambangan, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Senin (1/2) sore. Kerasnya hantaman angin mengakibatkan tiga rumah rusak.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30. Saat itu terjadi hujan dengan intensitas sedang – deras disertai angin kencang. Angin berembus dari arah utara laut dan menghempas daratan.

Beberapa saat kemudian, angin bertiup semakin kencang dan menghantam permukiman warga. Kerasnya hantaman angin membuat tiga rumah rusak. Rumah tersebut milik Madruji, Matruki, dan Herliyanto yang jaraknya berdekatan.

“Mulanya hujan turun pukul 14.30, disusul angin kencang. Tambah lama kok tambah kencang,” ujar Ina, istri Herliyanto saat ditemui Selasa (2/2) pagi.

Ina menceritakan, saat itu dia bersama suami dan tiga anaknya sedang di dalam rumah. Dari dalam rumah, angin yang berembus terdengar seperti suara pesawat.

Ina pun penasaran dan mengintip dari dalam rumah. Rupanya angin yang berembus mengarah ke rumahnya dan menyapu atap rumah yang terbuat dari asbes. Atap rumah sebelah timur pun porak poranda.

“Saking kencangnya angin saya sampai membaca takbir. Takut rumah terangkat,” ujarnya.

Hal senada diceritakan Sapuni, istri dari Madruji. Menurutnya, angin begitu kencang Selasa sore itu. Saat itu dirinya sedang sendirian di rumah. Angin menghantam teras depan rumahnya yang menghadap utara. Akibatnya, bangunan teras rumah semipermanen yang berkonstruksi kayu itu roboh dan hancur.

“Teras yang kena angin ambruk, genting dan kaca teras pecah. Untung saja ruang tamu tidak kena angin,” katanya.

Kepala Desa Penambangan Hasanudin menuturkan, setelah puting beliung terjadi, warga setempat gotong royong membersihkan puing yang berserakan. Namun, pembersihan tidak dapat dilakukan dengan maksimal. Sebab angin masih berembus dan hujan deras turun.

“Sempat dibersihkan, tapi belum seluruhnya. Sebab, saat bersih-bersih hujan turun. Tidak ada korban jiwa. Hanya kerusakan di teras rumah dan atap. Taksiran kerugian materiil mencapai sekitar Rp 30 juta,” bebernya.

Kasi Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Nurul Wahyudi membenarkan bencana puting beliung itu. Saat melakukan asesmen dia mengatakan, cuaca saat ini masih ekstrem. Sehingga, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana sebagai mitigasi risiko bencana.

“Cuacanya memang kurang baik, harus lebih waspada. Untuk warga yang terdampak angin puting beliung kami berikan bantuan logistik dan terpal untuk menutupi atap yang rusak. Selanjutnya kami masih berkoordinasi dengan pihak terkait untuk perbaikan,” bebernya. (ar/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/