alexametrics
31.9 C
Probolinggo
Tuesday, 7 December 2021

Angkut Pasir, Pikap Terseret Arus Sungai Paser

WONOMERTO, Radar Bromo – Sebuah pikap milik Kholis, warga Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, terseret banjir di Sungai Paser Dam Babakan, Desa Jrebeng, Sabtu (1/2) sore. Syukur, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, karena derasnya arus sungai, proses evakuasi cukup menyulitkan.

Personel Pengendalian Operasi-Penanggulangan Bencana (PusdalopsPB) BPBD Kabupaten Probolinggo Silvia Verdiana mengatakan, pikap itu terseret arus sungai sekitar pukul 17.00. Saat itu pemiliknya hendak pulang mengangkut material pasir dari sekitar Sungai Paser Dam Babakan.

Namun, mendadak debit air meninggi dan ketika hendak menepikan pikapnya, bannya justru selip dan terbawa arus air sungai yang deras. Kuatnya arus sungai membuat pikap terseret beberapa meter dan terguling. “Debit air tinggi dan kuatnya arus datang menghantam pikap hingga posisi miring,” ujarnya.

Warga sekitar berupaya mengevakuasinya secara manual. Menggunakan tambang yang diikatkan pada bodi pikap, warga menariknya beramai-ramai untuk menepikan mobil yang terbawa arus.

“Warga sekitar dan relawan yang berjumlah puluhan orang menarik pikap beramai-ramai sampai berhasil ditepikan. Pikap bisa dievakuasi, namun membutuhkan waktu sekitar satu jam. Sebelumnya, daerah sekitar memang diguyur hujan cukup lama, sehingga debit air tinggi dan arus air sungai lebih deras,” ujar Silvia.

Mendapati kejadian ini, Silvia mengimbau kepada warga untuk menjauhi daerah aliran sungai saat kondisi mendung atau pasca hujan dengan intensitas tinggi. Tujuannya, mengantisipasi banjir bandang atau tingginya debit air. “Banjir sangat berpotensi terjadi pascahujan dengan intensitas lama dan deras. Karena itu, daerah aliran sungai sebaiknya dijauhi sebagai antisipasi jatuhnya korban,” ujarnya. (ar/rud)

WONOMERTO, Radar Bromo – Sebuah pikap milik Kholis, warga Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, terseret banjir di Sungai Paser Dam Babakan, Desa Jrebeng, Sabtu (1/2) sore. Syukur, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, karena derasnya arus sungai, proses evakuasi cukup menyulitkan.

Personel Pengendalian Operasi-Penanggulangan Bencana (PusdalopsPB) BPBD Kabupaten Probolinggo Silvia Verdiana mengatakan, pikap itu terseret arus sungai sekitar pukul 17.00. Saat itu pemiliknya hendak pulang mengangkut material pasir dari sekitar Sungai Paser Dam Babakan.

Namun, mendadak debit air meninggi dan ketika hendak menepikan pikapnya, bannya justru selip dan terbawa arus air sungai yang deras. Kuatnya arus sungai membuat pikap terseret beberapa meter dan terguling. “Debit air tinggi dan kuatnya arus datang menghantam pikap hingga posisi miring,” ujarnya.

Warga sekitar berupaya mengevakuasinya secara manual. Menggunakan tambang yang diikatkan pada bodi pikap, warga menariknya beramai-ramai untuk menepikan mobil yang terbawa arus.

“Warga sekitar dan relawan yang berjumlah puluhan orang menarik pikap beramai-ramai sampai berhasil ditepikan. Pikap bisa dievakuasi, namun membutuhkan waktu sekitar satu jam. Sebelumnya, daerah sekitar memang diguyur hujan cukup lama, sehingga debit air tinggi dan arus air sungai lebih deras,” ujar Silvia.

Mendapati kejadian ini, Silvia mengimbau kepada warga untuk menjauhi daerah aliran sungai saat kondisi mendung atau pasca hujan dengan intensitas tinggi. Tujuannya, mengantisipasi banjir bandang atau tingginya debit air. “Banjir sangat berpotensi terjadi pascahujan dengan intensitas lama dan deras. Karena itu, daerah aliran sungai sebaiknya dijauhi sebagai antisipasi jatuhnya korban,” ujarnya. (ar/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU