alexametrics
28C
Probolinggo
Wednesday, 27 January 2021

Ribuan Pelanggar Prokes di Kab Probolinggo Disanksi

SUKAPURA, Radar Bromo – Penegakan protokol kesehatan (prokes) dengan operasi yustisi masker serentak dilakukan di 24 kecamatan Kabupaten Probolinggo. Ribuan warga tidak memakai masker terjaring operasi yustisi tersebut. Lonjakan pelanggaran prokes itu, menunjukkan makin banyaknya masyarakat tak tertib.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, operasi yustisi di wilayah Kecamatan Sukapura, ada 51 warga yang melanggar prokes tidak memakai masker. kemudian di kecamatan Paiton 61 pelanggar yang ditertibkan dan diberi sanksi. Satgas mencatat saat operasi yustisi di semua kecamatan, tidak sedikit warga yang terjaring karena melanggar.

Ugas Irwanto selaku Koordinator Pengamanan dan Penegakan Hukum Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo saat dikonfirmasi mengatakan, operasi yustisi kembali digalakkan mengantisipasi munculnya klaster penyebaran Covid-19 selama libur natal dan tahun baru (nataru).

Di sisi lain, dampak tambahan kasus Covid-19 yang terus bertambah tiap harinya. Kondisi itu akibat masyarakat yang makin longgar dalam prokes, terutama tidak memakai masker.

”Masyarakat itu sekarang menilai semua sudah kembali normal. Jadi mereka semakin longgar tidak mengenakan masker dan tidak tertib prokes. Terbukti hari pertama operasi yustisi, lebih 1.000 pelanggar yang terjaring dan disanksi,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Ugas mengungkapkan, masyarakat yang paham dengan kondisi sebaran Covid-19, sejatinya akan semakin mentaati prokes. Namun, masyarakat yang tidak paham dan tidak percaya, menanggap kondisi sudah normal dan akhirnya makin longgar tidak mengenakan masker.

”Operasi yustisi ini akan kami adakan terus dilanjut. Untuk kembali menyadarkan masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19. Paling tidak memakai masker, karena itu melindungi diri sendiri dan mencegah penyebaran Covid-19,” terangnya.

Ugas menambahkan, mereka yang melanggar prokes, akan dikenai sanksi sosial. Mulai membersihkan rumah sakit umum atau puskesmas terdekat. Selain itu, pihaknya menyita KTP pelanggar dan dikembalikan setelah yang bersangkutan menyelesaikan sanksinya. Ada juga sanksi bersih-bersih makam umum atau kuburan. Tenggat waktunya sama, 2 jam selama 3 hari. ”Satgas kecamatan mulai terapkan sanksinya,” terangnya. (mas/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU