alexametrics
25C
Probolinggo
Wednesday, 27 January 2021

Petani Resah Lagi Pupuk Subsidi Langka di Pasaran

WONOMERTO, Radar Bromo – Petani di Kabupaten Probolinggo kembali diresahkan dengan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi. Kondisi itu membuat petani meminta pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan kartu tani. Sebab, saat ini petani sudah mulai membajak sawah untuk memasuki tanam padi.

Seperti halnya disampaikan salah satu petani di Kecamatan Wonomerto, Faruk, 38. Kepada Jawa Pos Radar Bromo, Faruk mengaku kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Padahal, dirinya sebagai petani kecil, sangat mengandalkan pupuk bersubsidi. Karena jika pupuk nonsubsidi, harganya sangat mahal dan dipastikan tidak sebanding dengan hasil panen tanamannya.

”Saya bingung dan kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi itu. Harus ada syarat ini dan itu,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Sementera itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo, Nanang saat dikonfirmasi mengatakan, pupuk subsidi harus jelas terkait data penerimanya. Terbaru, aturan petani yang dapat subsidi pupuk adalah, petani yang memiliki lahan 2 hektare ke bawah.

”Yang sebelumnya petani miliki lahan 4 hektare lebih untuk dapat pupuk subsidi, sekarang diubah petani miliki lahan 2 hektare di bawahnya. Memproses data petani se kabupaten itu kan butuh validasi. Harus ada kesadaran kelompok tani untuk segera serahkan data,” ujarnya.

Nanang menjelaskan, pemerintah ingin menyalurkan pupuk subsidi ke orang yang jelas, dan petani dengan lahan di bawah 2 hektare. Nah, data itu harus dimasukkan ke data elektronik. Sampai 20 November kemarin, baru 100 persen data petani dimasukkan ke data elektronik, untuk persiapan tahun 2021.

Terpisah, Arif Kurniadi selaku Kabid Pelaksana Penyuluhan di DKPP Kabupaten Probolinggo mengatakan, sebenarnya untuk mendapatkan pupuk subsidi tidaklah sulit. Saat ini, pembelian pupuk bersubsidi tidak bisa di semua kios. Tetapi hanya di kios yang sudah ditunjuk untuk jadi penyalur pupuk bersubsidi.

”Saat ini kiosnya terbatas. Jika lahannya terdaftar di Desa A, maka bisa membeli pupuk subsidi di kios Desa A yang telah ditunjuk sebagai penyalur pupuk bersubsidi. Kemungkinan masyarakat tidak tahu soal info itu,” ungkapnya. (mas/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU