alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

PPKM Level 3, Pembelajaran Tatap Muka di Kab Probolinggo Jalan Terus

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Kabupaten Probolinggo kembali naik menjadi level 3. Namun, kondisi ini tidak memengaruhi kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM).

Naiknya status PPKM menjadi atensi Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo. Sehingga dalam menjalankan PTM dilakukan secara berhati-hati. Dengan memperhatikan prioritas keamanan dan keselamatan warga sekolah. Mulai dari tenaga pendidik, siswa, dan keluarga sekolah.

Meski menjadi perhatian, tidak ada kebijakan baru yang dikeluarkan untuk mengatur PTM. Kegiatan PTM dilakukan sebagai mana mestinya seperti yang telah dilakukan sebelumnya.

“Naiknya level tentu menjadi perhatian serius. Sebab, siswa, utamanya jenjang PAUD, TK, dan SD, masuk kategori rentan tepapar. Kami perlu ekstra hati-hati dalam menjalankan PTM,” ujar Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi.

Ia mengatakan, kegiatan PTM masih tetap berpatokan pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri. Di antaranya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi; Menteri Agama; Menteri Kesehatan; dan Menteri Dalam Negeri. Yakni, tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. Sampai saat ini, SKB itu masih berlaku dan tidak ada perubahan.

“Kami tetap ikuti terus aturan terbaru. Meski ada pembarukan level PPKM, aturan tidak ada perubahan. Jadi, tetap kami laksanakan,” tandasnya.

Pada prinsipnya, PTM terbatas tetap dilaksanakan 100 persen. Artinya, seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Probolinggo sudah melaksanakan. Tetapi, tetap dilakukan secara terbatas. Teknisnya, 50 persen peserta didik melaksanakan PTM. Sementara, 50 persen lagi dilakukan secara daring. Pembelajaran tatap muka terbatas ini dilakukan secara bergantian.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Kabupaten Probolinggo kembali naik menjadi level 3. Namun, kondisi ini tidak memengaruhi kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM).

Naiknya status PPKM menjadi atensi Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo. Sehingga dalam menjalankan PTM dilakukan secara berhati-hati. Dengan memperhatikan prioritas keamanan dan keselamatan warga sekolah. Mulai dari tenaga pendidik, siswa, dan keluarga sekolah.

Meski menjadi perhatian, tidak ada kebijakan baru yang dikeluarkan untuk mengatur PTM. Kegiatan PTM dilakukan sebagai mana mestinya seperti yang telah dilakukan sebelumnya.

“Naiknya level tentu menjadi perhatian serius. Sebab, siswa, utamanya jenjang PAUD, TK, dan SD, masuk kategori rentan tepapar. Kami perlu ekstra hati-hati dalam menjalankan PTM,” ujar Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi.

Ia mengatakan, kegiatan PTM masih tetap berpatokan pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri. Di antaranya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi; Menteri Agama; Menteri Kesehatan; dan Menteri Dalam Negeri. Yakni, tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. Sampai saat ini, SKB itu masih berlaku dan tidak ada perubahan.

“Kami tetap ikuti terus aturan terbaru. Meski ada pembarukan level PPKM, aturan tidak ada perubahan. Jadi, tetap kami laksanakan,” tandasnya.

Pada prinsipnya, PTM terbatas tetap dilaksanakan 100 persen. Artinya, seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Probolinggo sudah melaksanakan. Tetapi, tetap dilakukan secara terbatas. Teknisnya, 50 persen peserta didik melaksanakan PTM. Sementara, 50 persen lagi dilakukan secara daring. Pembelajaran tatap muka terbatas ini dilakukan secara bergantian.

MOST READ

BERITA TERBARU

/