alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Friday, 20 May 2022

14 Bencana Terjadi di Kab Probolinggo selama Januari

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mencatat 14 bencana terjadi diawal tahun. Angka ini lebih sedikit dibandingkan dengan tahun lalu.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo, Sugeng Suprisayoga menuturkan bahwa potensi bencana memang diwaspadai pada awal tahun. Hal ini bukan tanpa alasan, karena di bulan Januari merupakan puncak musim hujan.

Kondisi cuaca seperti ini menjadi susah diprediksi dan segala kemungkinan dapat terjadi. Selain itu, dari data kebencanaan yang telah dicatat bulan januari terjadi lonjakan bencana dibandingkan dengan bulan sebelumnya. “Dari data yang ada memang ada sedikit lonjakan. Ini yang kami waspadai,” katanya.

Sepanjang Januari tahun ini, BPBD Kabupaten Probolinggo telah mencatat 14 bencana terjadi. Di antaranya adalah banjir, tanah longsor, angin kencang, dan abrasi. Dari keempat bencana yang terjadi, bencana banjir dan tanah longsor lebih sering terjadi.

“Dua bencana yang paling menonjol terjadi di antaranya adalah banjir 5 kejadian dan tanah longsor 4 kejadian,” kata Sugeng.

Namun demikian jika dibandingkan dengan data kebencanaan secara global tahun sebelumnya. Bencana mengalami penurunan. Di mana pada tahun 2020 tercatat 16 bencana terjadi. Dua jenis bencana yang paling menonjol di antaranya adalah angin kencang 9 kejadian dan banjir 4 kejadian.

“Setiap tahun beda jenis bencana yang terjadi. Namun demikian harus tetap diwaspadai,” ujarnya.

Untuk lokasi terjadinya bencana, Sugeng mengatakan bahwa setiap bencana berpotensi terjadi disemua wilayah. Tapi berdasarkan data kejadian dan pemetaan wilayah rawan bencana. BPBD mewaspadai banjir genangan di wilayah Gending, Dringu, dan Tongas. Sedangkan potensi tanah longsor wilayah Pakuniran, Krucil, Tiris, Lumbang dan Sukapura.

“Data hanya digunakan untuk bahwan pertimbangan sekaligus upaya mitigasi risiko bencana. Kami harap masyarakat juga mewaspadai bencana yang mungkin terjadi agar tidak ada korban jiwa,” bebernya. (ar/fun)

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mencatat 14 bencana terjadi diawal tahun. Angka ini lebih sedikit dibandingkan dengan tahun lalu.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo, Sugeng Suprisayoga menuturkan bahwa potensi bencana memang diwaspadai pada awal tahun. Hal ini bukan tanpa alasan, karena di bulan Januari merupakan puncak musim hujan.

Kondisi cuaca seperti ini menjadi susah diprediksi dan segala kemungkinan dapat terjadi. Selain itu, dari data kebencanaan yang telah dicatat bulan januari terjadi lonjakan bencana dibandingkan dengan bulan sebelumnya. “Dari data yang ada memang ada sedikit lonjakan. Ini yang kami waspadai,” katanya.

Sepanjang Januari tahun ini, BPBD Kabupaten Probolinggo telah mencatat 14 bencana terjadi. Di antaranya adalah banjir, tanah longsor, angin kencang, dan abrasi. Dari keempat bencana yang terjadi, bencana banjir dan tanah longsor lebih sering terjadi.

“Dua bencana yang paling menonjol terjadi di antaranya adalah banjir 5 kejadian dan tanah longsor 4 kejadian,” kata Sugeng.

Namun demikian jika dibandingkan dengan data kebencanaan secara global tahun sebelumnya. Bencana mengalami penurunan. Di mana pada tahun 2020 tercatat 16 bencana terjadi. Dua jenis bencana yang paling menonjol di antaranya adalah angin kencang 9 kejadian dan banjir 4 kejadian.

“Setiap tahun beda jenis bencana yang terjadi. Namun demikian harus tetap diwaspadai,” ujarnya.

Untuk lokasi terjadinya bencana, Sugeng mengatakan bahwa setiap bencana berpotensi terjadi disemua wilayah. Tapi berdasarkan data kejadian dan pemetaan wilayah rawan bencana. BPBD mewaspadai banjir genangan di wilayah Gending, Dringu, dan Tongas. Sedangkan potensi tanah longsor wilayah Pakuniran, Krucil, Tiris, Lumbang dan Sukapura.

“Data hanya digunakan untuk bahwan pertimbangan sekaligus upaya mitigasi risiko bencana. Kami harap masyarakat juga mewaspadai bencana yang mungkin terjadi agar tidak ada korban jiwa,” bebernya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/