alexametrics
30.6 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

11 Irigasi Baru di Wilayah Kab Probolinggo Akan Digarap April

KRAKSAAN, Radar Bromo – Tahun ini ada 11 irigasi dan satu bendung di Kabupaten Probolinggo yang akan diperbaiki. Namun pengerjaannya masih akan dilakukan pada April mendatang.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Rachmad Waluyo mengatakan, proyek rehabilitasi irigasi itu persiapan penyusunan dokumen lelang. “Saat ini masuk penyusunan dokumen lelang. Perkiraan bulan Maret, sudah mulai lelang. Jadi, masih belum dilakukan pengerjaan,” ujarnya.

Ia mengatakan, selain masuk pada penyusunan dokumen, pengerjaan saat ini juga tidak memungkinkan untuk dilakukan. Mengingat, cuaca masih ekstrem. Hujan lebat masih mengguyur wilayah Kabupaten Probolinggo.

Ia memperkirakan cuaca ini akan selesai pada Maret, sesuai prakiraan cuaca dari BMKG. “Kalau saat ini dilaksanakan juga tidak bisa. Sebab, yang dibangun ini kan bukan bangunan seperti biasanya. Melainkan irigasi. Kalau hujan seperti ini, kasihan rekanan yang mengerjakan. Bisa tidak selesai pembangunannya,” ujarnya.

Proyek irigasi ini bertujuan menunjang keberhasilan lahan pertanian daerah. Mengingat irigasi ini memiliki peran penting dalam proses pengaliran air ke lahan pertanian. “Di samping itu, untuk mengatur air agar dapat mengalir dengan maksimal dari hulu ke hilir. Jadi, selain memang mengatur air, juga membantu lahan pertanian,” jelas Rachmad.

Untuk memuluskan proyek ini, telah disediakan anggaran sekitar Rp 16,5 miliar. Duit itu diambil dari Dana Alokasi Khusus (DAK). “Targetnya hingga akhir tahun,” ujarnya. (mu/rud/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Tahun ini ada 11 irigasi dan satu bendung di Kabupaten Probolinggo yang akan diperbaiki. Namun pengerjaannya masih akan dilakukan pada April mendatang.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Rachmad Waluyo mengatakan, proyek rehabilitasi irigasi itu persiapan penyusunan dokumen lelang. “Saat ini masuk penyusunan dokumen lelang. Perkiraan bulan Maret, sudah mulai lelang. Jadi, masih belum dilakukan pengerjaan,” ujarnya.

Ia mengatakan, selain masuk pada penyusunan dokumen, pengerjaan saat ini juga tidak memungkinkan untuk dilakukan. Mengingat, cuaca masih ekstrem. Hujan lebat masih mengguyur wilayah Kabupaten Probolinggo.

Ia memperkirakan cuaca ini akan selesai pada Maret, sesuai prakiraan cuaca dari BMKG. “Kalau saat ini dilaksanakan juga tidak bisa. Sebab, yang dibangun ini kan bukan bangunan seperti biasanya. Melainkan irigasi. Kalau hujan seperti ini, kasihan rekanan yang mengerjakan. Bisa tidak selesai pembangunannya,” ujarnya.

Proyek irigasi ini bertujuan menunjang keberhasilan lahan pertanian daerah. Mengingat irigasi ini memiliki peran penting dalam proses pengaliran air ke lahan pertanian. “Di samping itu, untuk mengatur air agar dapat mengalir dengan maksimal dari hulu ke hilir. Jadi, selain memang mengatur air, juga membantu lahan pertanian,” jelas Rachmad.

Untuk memuluskan proyek ini, telah disediakan anggaran sekitar Rp 16,5 miliar. Duit itu diambil dari Dana Alokasi Khusus (DAK). “Targetnya hingga akhir tahun,” ujarnya. (mu/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/