alexametrics
25.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Total Penyaluran BLT-DD di Kab Probolinggo Sudah Ratusan Miliar

KRAKSAAN, Radar Bromo – Bantuan Langsung Tunai bersumber Dana Desa (BLT-DD) yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa terus berjalan. Bantuan yang sedianya digunakan untuk masyarakat terdampak pandemi ditargetkan selesai sampai akhir tahun. Hingga Senin (28/12) lalu, total dana desa yang sudah disalurkan mencapai Rp 177.914.400.000.

Kasi Perencanaan dan Evaluasi Desa DPMD Kabupaten Probolinggo Farhan Hidayat mengatakan bahwa jumlah tersebut masih akan terus bertambah. Beberapa desa masih melakukan proses penyaluran BLT-DD kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Saat ini masih berproses, untuk tahap 1 sampai 6 seluruh desa yang berjumlah 325 sudah menyalurkan. Ada beberapa desa yang menyalurkan tahap 7 sampai 9. Masih kami rekap,” ujarnya.

Menurutnya sejauh ini tahapan penyaluran bantuan sudah dilakukan dengan baik sesuai mekanisme yang telah diatur. Pihak desa berkoordinasi dengan pihak perbankan untuk melaksanakan penyaluran.

Namun sebelumnya pihak bank melihat dulu tingkat kesiapan pemerintah desa untuk melaksanakan kegiatan. Sebab dalam proses penyaluran tetap harus memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.

Penyaluran bantuan yang di berikan kepada KPM berpotensi terjadi kerumunan. Sehingga perlu diantisipasi dengan mekanisme penyaluran secara bergantian. Tidak hanya itu, setiap pelaksanaan jarak tempat duduk KPM yang sedang mengantri harus memiliki jarak.

“Penerapan protokol kesehatan tetap dilaksanakan. Penyaluran harus aman dan tertib, sebab pandemi hingga saat ini masih tetap menjadi ancaman,” beber Farhan.

Pihaknya juga terus mengevaluasi penyaluran BLT-DD yang dilakukan. Mulai dari KPM yang berhak mendapatkan bantuan, sampai dengan proses pelaksanaan. Ini dilakukan semata-mata agar bantuan dapat disalurkan secara maksimal. Tidak hanya sekedar melakukan penyaluran dan laporan.

“Selama ada penyaluran, tentu akan terus dievaluasi. Tujuannya agar bantuan tepat sasaran, tepat guna dan tepat manfaat. Sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan, beban hidup ditengah pandemi bisa lebih ringan,” jelasnya. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Bantuan Langsung Tunai bersumber Dana Desa (BLT-DD) yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa terus berjalan. Bantuan yang sedianya digunakan untuk masyarakat terdampak pandemi ditargetkan selesai sampai akhir tahun. Hingga Senin (28/12) lalu, total dana desa yang sudah disalurkan mencapai Rp 177.914.400.000.

Kasi Perencanaan dan Evaluasi Desa DPMD Kabupaten Probolinggo Farhan Hidayat mengatakan bahwa jumlah tersebut masih akan terus bertambah. Beberapa desa masih melakukan proses penyaluran BLT-DD kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Saat ini masih berproses, untuk tahap 1 sampai 6 seluruh desa yang berjumlah 325 sudah menyalurkan. Ada beberapa desa yang menyalurkan tahap 7 sampai 9. Masih kami rekap,” ujarnya.

Menurutnya sejauh ini tahapan penyaluran bantuan sudah dilakukan dengan baik sesuai mekanisme yang telah diatur. Pihak desa berkoordinasi dengan pihak perbankan untuk melaksanakan penyaluran.

Namun sebelumnya pihak bank melihat dulu tingkat kesiapan pemerintah desa untuk melaksanakan kegiatan. Sebab dalam proses penyaluran tetap harus memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.

Penyaluran bantuan yang di berikan kepada KPM berpotensi terjadi kerumunan. Sehingga perlu diantisipasi dengan mekanisme penyaluran secara bergantian. Tidak hanya itu, setiap pelaksanaan jarak tempat duduk KPM yang sedang mengantri harus memiliki jarak.

“Penerapan protokol kesehatan tetap dilaksanakan. Penyaluran harus aman dan tertib, sebab pandemi hingga saat ini masih tetap menjadi ancaman,” beber Farhan.

Pihaknya juga terus mengevaluasi penyaluran BLT-DD yang dilakukan. Mulai dari KPM yang berhak mendapatkan bantuan, sampai dengan proses pelaksanaan. Ini dilakukan semata-mata agar bantuan dapat disalurkan secara maksimal. Tidak hanya sekedar melakukan penyaluran dan laporan.

“Selama ada penyaluran, tentu akan terus dievaluasi. Tujuannya agar bantuan tepat sasaran, tepat guna dan tepat manfaat. Sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan, beban hidup ditengah pandemi bisa lebih ringan,” jelasnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/