alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Mayoritas Tiang PLN di Kraksaan Roboh karena Pohon

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Kejadian tiang listrik patah ataupun roboh telah beberapa kali terjadi di wilayah kerja Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Kraksaan, selama tahun ini. Sedikitnya, ada 6 tiang yang patah dan roboh akibat tertimpa pohon.

Manajer ULP PLN Kraksaan Hendy Pranata mengatakan, dalam setahun ini pihaknya telah melakukan pergantian 6 tiang listrik patah. “Semua tiang yang patah kami ganti untuk memaksimalkan pelayanan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, dari sejumlah tiang itu, ada 4 tiang yang merupakan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM). Keempat tiang itu patah tertimpa pohon ketika hujan disertai angin kencang.

Keempat tiang itu berada di Desa Pedagangan, Desa Ranu Agung, dan Desa Rejing, Kecamatan Tiris. Serta, di Desa Watupanjang, Kecamatan Krucil. “Empat tiang yang patah itu terjadi saat angin puting beliung menerpa wilayah setempat,” ujarnya.

Mendapati kejadian itu, Hendy mengatakan, partisipasi dan dukungan masyarakat sangat berpengaruh. Terutama, para pemilik pohon yang berdekatan dengan saluran listrik. “Keterlibatan masyarakat sangatlah penting. Paling tidak mengizinkan kami untuk melakukan rabas pohon yang berada di sekitar SUTM,” ujarnya.

Di samping itu, untuk mencegah terjadin padam atau mati lampu, pihak PLN masih terus melakukan perabasan pohon. “Jadi kalau pohonnya sudah dekat dengan jaringan, maka kami akan lakukan perabasan. Setiap hari petugas kami keliling untuk memantau seperti apa kondisi lapangan. Sehingga, jika ada kerusakan dan sebagainya, dapat langsung diatasi,” jelasnya. (mu/rud)

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Kejadian tiang listrik patah ataupun roboh telah beberapa kali terjadi di wilayah kerja Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Kraksaan, selama tahun ini. Sedikitnya, ada 6 tiang yang patah dan roboh akibat tertimpa pohon.

Manajer ULP PLN Kraksaan Hendy Pranata mengatakan, dalam setahun ini pihaknya telah melakukan pergantian 6 tiang listrik patah. “Semua tiang yang patah kami ganti untuk memaksimalkan pelayanan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, dari sejumlah tiang itu, ada 4 tiang yang merupakan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM). Keempat tiang itu patah tertimpa pohon ketika hujan disertai angin kencang.

Keempat tiang itu berada di Desa Pedagangan, Desa Ranu Agung, dan Desa Rejing, Kecamatan Tiris. Serta, di Desa Watupanjang, Kecamatan Krucil. “Empat tiang yang patah itu terjadi saat angin puting beliung menerpa wilayah setempat,” ujarnya.

Mendapati kejadian itu, Hendy mengatakan, partisipasi dan dukungan masyarakat sangat berpengaruh. Terutama, para pemilik pohon yang berdekatan dengan saluran listrik. “Keterlibatan masyarakat sangatlah penting. Paling tidak mengizinkan kami untuk melakukan rabas pohon yang berada di sekitar SUTM,” ujarnya.

Di samping itu, untuk mencegah terjadin padam atau mati lampu, pihak PLN masih terus melakukan perabasan pohon. “Jadi kalau pohonnya sudah dekat dengan jaringan, maka kami akan lakukan perabasan. Setiap hari petugas kami keliling untuk memantau seperti apa kondisi lapangan. Sehingga, jika ada kerusakan dan sebagainya, dapat langsung diatasi,” jelasnya. (mu/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/