alexametrics
30.4 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Unzah Genggong Terus Ukir Prestasi Nasional dan Internasional

Tahun 2021 ini menjadi tahun membanggakan bagi Universitas Islam Zainul Hasan (Unzah) Genggong. Meski pandemi, universitas yang beralamat di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, ini berhasil menyabet beragam prestasi mentereng. Mulai tingkat nasional hingga internasional.

================================

 

BERAGAM prestasi terus diraih Unzah Genggong. Terbaru, lima mahasiswanya berhasil meraih silver medal untuk kategori entrepreneurship dalam ajang International Avicenna Youth Science Fair Iran in Collaboration with Indonesia Young Scientist Association, MILSET Canada, IFIA Switzerland.

Lomba yang digelar secara dalam jaringan (daring) itu dilaksanakan Kamis-Jumat (7-8/10). Hasilnya, diumumkan pada Sabtu (30/10). Lomba internasional di bidang penelitian ini diikuti 97 negara dari lintas benua. Di antaranya Jerman, Taiwan, Kamerun, Ukraina, Polandia, Nigeria, Moldova, Uganda, Belarusia, Latvia, Brasil, Puerto Rico, dan sejumlah negara lainnya. Termasuk Indonesia.

Dalam lomba tersebut, mahasiswa Unzah Genggong mengusung karya berjudul Rumput Meniran Diolah Menjadi Kapsul untuk Meningkatkan Imun Tubuh. Lima mahasiswa itu adalah Gresti Fina Ramadhan, mahasiswi jurusan Tadris Bahasa Inggris (TBI) dan Ayu Cahyaningtias, Program Studi Ekonomi Syariah (ES). Serta, Sil Silatul Widadah, Program Studi Ekonomi Syariah (ES); Fio Aditya Martin, Program Studi Perbankan Syariah (PS); dan Alisyia Alfir Rahmah dari Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

Selain itu, mereka juga meraih penghargaan internasional lainnya. Yakni, dalam International Scietist Award di Thailand. “Alhamdulillah, tahun ini cukup banyak perestasi yang diraih. Baik nasional maupun internasional,” ujar Rektor Unzah Genggong, Kraksaan, Dr. Abd. Aziz Wahab, M.Ag.

Lomba internasional itu berupa riset dan inovasi. Sebelum mengikuti lomba, para mahasiswa itu terlebih dahulu menentukan tema penelitian. Kemudian, selama 3 bulan melakukan penelitian. “Setelah menjadi jurnal, hasilnya dikirim ke penyelenggara. Setelah itu, ada presentasi menggunakan bahasa Inggris,” jelasnya.

Selain penghargaan internasional, sebelumnya sejumlah prestasi internasional juga telah diraih mahasiswa Unzah. Februari lalu, dalam Asean Innovative, Environmental, and Entrepreneur Fair (AISEEF) 2021, empat mahasiswa yang tergabung dalam satu tim berhasil meraih bronze medal.

Lomba riset dan inovasi itu juga digelar secara daring selama 5 hari pada Kamis-Senin (18-22/2). Empat mahasiswa itu adalah Fina Diafatus Sa’adah, Tatbauhar Rodifah, Ayu Cahyaningtias, dan Cynthia Wardhani. Lomba ini juga diikuti peserta dari berbagai negara. Di antaranya dari benua Asia, Afrika, Amerika, hingga negara dari benua Eropa.

Pada Agustus, dua mahasiswa Unzah, Tatbauhar Rodifah dan Ela Kurniawati, berhasil meraih bronze medal dalam ajang World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA 2021). Lomba di bidang riset dan inovasi ini juga diikuti peserta dari berbagai negara.

Dr. Abdul Aziz Wahab mengatakan, kini pihaknya mempersiapkan diri untuk mengikuti 17 ajang lomba internasional lainnya. Dari jumlah itu, empat lomba sedang berlangsung. “Kami bangkitkan semangat mahasiswa  untuk menjadi juara. Baik juara nasional maupun internasional,” katanya.

NASIONAL: Dua mahasiswa yang meraih juara nasional berfoto bersama Rektor Unzah Genggong, Kraksaan, Dr. Abd. Aziz Wahab, M.Ag. Tahun ini, ada puluhan prestasi nasional yang diraih mahasiswa Unzah.

Selain membangkitkan semangat juara, menurutnya, tujuan mengikuti lomba untuk menumbuhkan jiwa produktif mahasiswa. Dengan perlombaan, mahasiswa diharapkan semakin kreatif. “Setiap prestasi kami beri penghargaan. Kami sudah menyiapkan anggarannya. Ini sebagai bentuk apresiasi dan perhatian khusus kami kepada mereka,” jelasnya. 

Tahun 2021 ini menjadi tahun membanggakan bagi Universitas Islam Zainul Hasan (Unzah) Genggong. Meski pandemi, universitas yang beralamat di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, ini berhasil menyabet beragam prestasi mentereng. Mulai tingkat nasional hingga internasional.

================================

 

BERAGAM prestasi terus diraih Unzah Genggong. Terbaru, lima mahasiswanya berhasil meraih silver medal untuk kategori entrepreneurship dalam ajang International Avicenna Youth Science Fair Iran in Collaboration with Indonesia Young Scientist Association, MILSET Canada, IFIA Switzerland.

Lomba yang digelar secara dalam jaringan (daring) itu dilaksanakan Kamis-Jumat (7-8/10). Hasilnya, diumumkan pada Sabtu (30/10). Lomba internasional di bidang penelitian ini diikuti 97 negara dari lintas benua. Di antaranya Jerman, Taiwan, Kamerun, Ukraina, Polandia, Nigeria, Moldova, Uganda, Belarusia, Latvia, Brasil, Puerto Rico, dan sejumlah negara lainnya. Termasuk Indonesia.

Dalam lomba tersebut, mahasiswa Unzah Genggong mengusung karya berjudul Rumput Meniran Diolah Menjadi Kapsul untuk Meningkatkan Imun Tubuh. Lima mahasiswa itu adalah Gresti Fina Ramadhan, mahasiswi jurusan Tadris Bahasa Inggris (TBI) dan Ayu Cahyaningtias, Program Studi Ekonomi Syariah (ES). Serta, Sil Silatul Widadah, Program Studi Ekonomi Syariah (ES); Fio Aditya Martin, Program Studi Perbankan Syariah (PS); dan Alisyia Alfir Rahmah dari Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

Selain itu, mereka juga meraih penghargaan internasional lainnya. Yakni, dalam International Scietist Award di Thailand. “Alhamdulillah, tahun ini cukup banyak perestasi yang diraih. Baik nasional maupun internasional,” ujar Rektor Unzah Genggong, Kraksaan, Dr. Abd. Aziz Wahab, M.Ag.

Lomba internasional itu berupa riset dan inovasi. Sebelum mengikuti lomba, para mahasiswa itu terlebih dahulu menentukan tema penelitian. Kemudian, selama 3 bulan melakukan penelitian. “Setelah menjadi jurnal, hasilnya dikirim ke penyelenggara. Setelah itu, ada presentasi menggunakan bahasa Inggris,” jelasnya.

Selain penghargaan internasional, sebelumnya sejumlah prestasi internasional juga telah diraih mahasiswa Unzah. Februari lalu, dalam Asean Innovative, Environmental, and Entrepreneur Fair (AISEEF) 2021, empat mahasiswa yang tergabung dalam satu tim berhasil meraih bronze medal.

Lomba riset dan inovasi itu juga digelar secara daring selama 5 hari pada Kamis-Senin (18-22/2). Empat mahasiswa itu adalah Fina Diafatus Sa’adah, Tatbauhar Rodifah, Ayu Cahyaningtias, dan Cynthia Wardhani. Lomba ini juga diikuti peserta dari berbagai negara. Di antaranya dari benua Asia, Afrika, Amerika, hingga negara dari benua Eropa.

Pada Agustus, dua mahasiswa Unzah, Tatbauhar Rodifah dan Ela Kurniawati, berhasil meraih bronze medal dalam ajang World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA 2021). Lomba di bidang riset dan inovasi ini juga diikuti peserta dari berbagai negara.

Dr. Abdul Aziz Wahab mengatakan, kini pihaknya mempersiapkan diri untuk mengikuti 17 ajang lomba internasional lainnya. Dari jumlah itu, empat lomba sedang berlangsung. “Kami bangkitkan semangat mahasiswa  untuk menjadi juara. Baik juara nasional maupun internasional,” katanya.

NASIONAL: Dua mahasiswa yang meraih juara nasional berfoto bersama Rektor Unzah Genggong, Kraksaan, Dr. Abd. Aziz Wahab, M.Ag. Tahun ini, ada puluhan prestasi nasional yang diraih mahasiswa Unzah.

Selain membangkitkan semangat juara, menurutnya, tujuan mengikuti lomba untuk menumbuhkan jiwa produktif mahasiswa. Dengan perlombaan, mahasiswa diharapkan semakin kreatif. “Setiap prestasi kami beri penghargaan. Kami sudah menyiapkan anggarannya. Ini sebagai bentuk apresiasi dan perhatian khusus kami kepada mereka,” jelasnya. 

MOST READ

BERITA TERBARU

/