Izin Tempat Pemotongan Hewan Sementara Berlaku Singkat

SIAP POTONG: Warga memberi makan hewan kurban. Saat Idul Adha, hewan kurban dapat dipotong di TPHS, namun tempat ini hanya emiliki izin H+3 Idul Adha. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

DRINGU, Radar Bromo – ­Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) memfasilitasi masyarakat yang akan melakukan kurban. Salah satunya dengan memberikan izin kepada Tempat Pemotongan Hewan Sementara (TPHS) yang telah didata oleh petugas teknis di setiap kecamatan.

Namun demikian, pemberian izin tersebut hanya berlaku untuk warga yang hendak melakukan hewan kurban. Masa berlaku pemberian izin hanya empat hari terhitung sejak perayaan hari raya Idul Adha dilaksanakan.

Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo melalui Kasi Kesmavet Nikolas Nuryulianto mengatakan, pada prinsipnya pembentukan dan pemberian izin TPHS merupakan salah satu upaya untuk mempermudah masyarakat. Tepatnya saat hendak melaksanakan pemotongan hewan kurban saat Idul Adha.

Ini ini ada karena tidak semua kecamatan memiliki Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Hanya ada enam RPH yang tersebar di Kabupaten Probolinggo yakni RPH Gading, Besuk, Krejengan, Maron, Banyuanyar, dan Leces.

“Kami hanya mempermudah masyarakat. Jika ada RPH, bisa melakukan pemotongan hewan di sana. Namun lokasinya hanya ada di enam kecamatan jadi harus dibantu dengan TPHS,” ujarnya.

Terkait dengan masa berlaku izin TPHS, Niko mengatakan bahwa ijin yang diberikan hanya sampai dengan H+3 setelah hari raya Idul Adha. Sebab dalam rentang waktu tersebut masih dimungkinkan ada beberapa warga yang akan melakukan susulan pemotongan hewan kurban. TPHS tidak diperkenankan untuk memotong hewan setelah masa izinnya habis. TPHS dinyatakan sudah ada lagi dengan berakhirnya jangka waktu yang telah ditentukan.

“Ada 212 TPHS yang sudah mengantongi izin, petugasnya sudah diberikan pengetahuan tata cara pemotongan hewan dan perawatan daging di tengah pandemi yang menerapkan protokoler kesehatan. Tetapi izin hanya berlaku mulai dari tanggal 31 Juli sampai dengan 3 Agustus. Setelah itu kembali ke RPH, sebab masih ada target yang harus dicapai,” ujar Niko. (ar/fun)