alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Lahan Sawah di Gending yang Kena Banjir tanpa Asuransi

GENDING, Radar Bromo – Banjir yang menimpa sejumlah desa di Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Kamis (26/5), bisa menjadi pelajaran berharga. Ratusan hektare lahan pertanian terdampak. Namun, ternyata tidak ada tanaman pertanian yang diasuransikan.

“Kami mendapatkan laporan, beberapa desa di Kecamatan Gending, terendam banjir. Tentu saja akan berdampak terhadap hasil tani,” ujar Kabid Sarana Penyuluhan dan Perlindungan Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprayitno.

Menurutnya, wilayah yang dilanda banjir ini merupakan wilayah potensial penghasil padi dan bawang merah. Saat banjir, ratusan hektare lahan pertanian tergenang.

Disinggung berapa banyak petani yang ikut Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP)? Bambang mengatakan, di Kecamatan Gending belum ada petani yang mengikutinya. Sehingga, tidak ada klaim atau ganti rugi atas kerusakan tanaman. Kerugian yang ditimbulkan harus diterima petani. “Sampai saat ini belum ada petani padi di Kecamatan Gending, yang ikut program ini,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya hanya bisa melakukan pembinaan kepada petani terdampak. Agar petani tetap dapat menikmati panen. “AUTP sudah kami sosialisasikan. Khusus petani yang menanam padi. Namun, sifatnya bukan paksaan,” jelasnya.

Diketahui, Kamis (26/5) lalu, sebagian wilayah Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, dilanda banjir. Ratusan hektare lahan pertanian terdampak. Namun, tidak semua tanaman rusak. Diperkirakan, hanya 5,7 hektare yang rusak parah.

Data yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bromo dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Gending, ada dua desa lahan pertanian yang paling terdampak parah. Yaitu, Desa Gending dan Desa Brumbungan Lor. Di Desa Gending ada 75 hektare lahan pertanian yang tergenang. Baik tanaman padi maupun bawang merah. Dari jumlah itu, 5 hektare rusak parah dan 0,2 hektare puso.

GENDING, Radar Bromo – Banjir yang menimpa sejumlah desa di Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Kamis (26/5), bisa menjadi pelajaran berharga. Ratusan hektare lahan pertanian terdampak. Namun, ternyata tidak ada tanaman pertanian yang diasuransikan.

“Kami mendapatkan laporan, beberapa desa di Kecamatan Gending, terendam banjir. Tentu saja akan berdampak terhadap hasil tani,” ujar Kabid Sarana Penyuluhan dan Perlindungan Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprayitno.

Menurutnya, wilayah yang dilanda banjir ini merupakan wilayah potensial penghasil padi dan bawang merah. Saat banjir, ratusan hektare lahan pertanian tergenang.

Disinggung berapa banyak petani yang ikut Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP)? Bambang mengatakan, di Kecamatan Gending belum ada petani yang mengikutinya. Sehingga, tidak ada klaim atau ganti rugi atas kerusakan tanaman. Kerugian yang ditimbulkan harus diterima petani. “Sampai saat ini belum ada petani padi di Kecamatan Gending, yang ikut program ini,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya hanya bisa melakukan pembinaan kepada petani terdampak. Agar petani tetap dapat menikmati panen. “AUTP sudah kami sosialisasikan. Khusus petani yang menanam padi. Namun, sifatnya bukan paksaan,” jelasnya.

Diketahui, Kamis (26/5) lalu, sebagian wilayah Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, dilanda banjir. Ratusan hektare lahan pertanian terdampak. Namun, tidak semua tanaman rusak. Diperkirakan, hanya 5,7 hektare yang rusak parah.

Data yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bromo dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Gending, ada dua desa lahan pertanian yang paling terdampak parah. Yaitu, Desa Gending dan Desa Brumbungan Lor. Di Desa Gending ada 75 hektare lahan pertanian yang tergenang. Baik tanaman padi maupun bawang merah. Dari jumlah itu, 5 hektare rusak parah dan 0,2 hektare puso.

MOST READ

BERITA TERBARU

/