alexametrics
24.2 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Kab Probolinggo Bebas Frambusia, Dinkes Terima Sertifikat dari Kemenkes RI

Sebagai salah satu penerima sertifikat eradikasi frambusia, Plt Bupati Probolinggo Drs. H.A. Timbul Prihanjoko, telah menanda tangani komitmen. Ada empat komitmen yang akan dilakukan di Kabupaten Probolinggo, terkait penyakit frambusia.

Pertama, menggerakkan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan kolaborasi, kerja sama, dan tetap berkomitmen dalam mempertahankan pelaporan nol kasus frambusia di kabupaten/kota yang merupakan wilayah kerjanya demi tercapainya Indonesia Bebas Frambusia paling lambat tahun 2024.

Kedua, menggerakkan seluruh masyarakat untuk mencegah munculnya kembali kasus frambusia dan penularannya dengan tetap melakukan kegiatan promosi kesehatan berupa kegiatan perilaku hidup bersih dan sehat, ketersediaan sarana air bersih, dan partisipasi aktif dalam pengenalan dan pencegahan penyakit frambusia secara dini serta penanggulangannya.

Ketiga, menjamin ketersediaan sumber daya. Meliputi tenaga kesehatan dan kader terlatih, sarana dan prasarana, serta anggaran guna mendukung tata laksana kasus frambusia. Serta, kegiatan surveilans frambusia berkinerja baik pascasertifikasi bebas frambusia.

Keempat, mengkoordinasikan semua upaya yang dibutuhkan secara menyeluruh, terpadu, dilaksanakan serentak dan berkesinambungan di wilayah kerja kabupaten/kota demi mendukung tercapainya Eradikasi Frambusia Indonesia tahun 2024. (uno/adv)

Sebagai salah satu penerima sertifikat eradikasi frambusia, Plt Bupati Probolinggo Drs. H.A. Timbul Prihanjoko, telah menanda tangani komitmen. Ada empat komitmen yang akan dilakukan di Kabupaten Probolinggo, terkait penyakit frambusia.

Pertama, menggerakkan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan kolaborasi, kerja sama, dan tetap berkomitmen dalam mempertahankan pelaporan nol kasus frambusia di kabupaten/kota yang merupakan wilayah kerjanya demi tercapainya Indonesia Bebas Frambusia paling lambat tahun 2024.

Kedua, menggerakkan seluruh masyarakat untuk mencegah munculnya kembali kasus frambusia dan penularannya dengan tetap melakukan kegiatan promosi kesehatan berupa kegiatan perilaku hidup bersih dan sehat, ketersediaan sarana air bersih, dan partisipasi aktif dalam pengenalan dan pencegahan penyakit frambusia secara dini serta penanggulangannya.

Ketiga, menjamin ketersediaan sumber daya. Meliputi tenaga kesehatan dan kader terlatih, sarana dan prasarana, serta anggaran guna mendukung tata laksana kasus frambusia. Serta, kegiatan surveilans frambusia berkinerja baik pascasertifikasi bebas frambusia.

Keempat, mengkoordinasikan semua upaya yang dibutuhkan secara menyeluruh, terpadu, dilaksanakan serentak dan berkesinambungan di wilayah kerja kabupaten/kota demi mendukung tercapainya Eradikasi Frambusia Indonesia tahun 2024. (uno/adv)

MOST READ

BERITA TERBARU

/