alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Kab Probolinggo Bebas Frambusia, Dinkes Terima Sertifikat dari Kemenkes RI

Penanganan masalah penyakit menular kronis di Kabupaten Probolinggo, mendapat apresiasi dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Selasa (31/5), Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mendapat penghargaan berupa Sertifikat Eradikasi Frambusia atau Bebas Frambusia.

 

SERTIFIKAT itu diserahkan di Mandalika Kuta, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono, M.MKes. Kabupaten Probolinggo menerima penghargaan ini bersama 47 kota/kabupaten di Indonesia dalam acara peringatan Hari Malaria Sedunia (HMS).

Dokter Shodiq mengatakan, penghargaan ini merupakan keberhasilan bersama semua pihak yang telah mendukung program Pemkab Probolinggo melalui Dinkes Kabupaten Probolinggo. “Terima kasih kepada Pemkab Probolinggo dan seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Probolinggo, yang telah mendukung eliminasi frambusia,” katanya.

Sebelumnya, pada 23-26 November 2021, tim penilai dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI melakukan penilaian di Kabupaten Probolinggo. “Hasilnya, di Kabupaten Probolinggo tidak ditemukan penyakit frambusia,” ujarnya.

Frambusia merupakan penyakit kulit menular kronis. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja dan disebabkan kuman protenema parteneu. Berkat upaya maksimal yang dilakukan, sejauh ini penyakit ini jarang muncul. Bahkan, sudah bertahun-tahun tidak ditemukan lagi kasus frambusia di Kabupaten Probolinggo.

PENGHARGAAN: Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono, M.M.Kes., menunjukkan Sertifikat Eradikasi Frambusi atau Bebas Frambusia, kemarin (31/5).

Penanganan masalah penyakit menular kronis di Kabupaten Probolinggo, mendapat apresiasi dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Selasa (31/5), Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mendapat penghargaan berupa Sertifikat Eradikasi Frambusia atau Bebas Frambusia.

 

SERTIFIKAT itu diserahkan di Mandalika Kuta, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono, M.MKes. Kabupaten Probolinggo menerima penghargaan ini bersama 47 kota/kabupaten di Indonesia dalam acara peringatan Hari Malaria Sedunia (HMS).

Dokter Shodiq mengatakan, penghargaan ini merupakan keberhasilan bersama semua pihak yang telah mendukung program Pemkab Probolinggo melalui Dinkes Kabupaten Probolinggo. “Terima kasih kepada Pemkab Probolinggo dan seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Probolinggo, yang telah mendukung eliminasi frambusia,” katanya.

Sebelumnya, pada 23-26 November 2021, tim penilai dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI melakukan penilaian di Kabupaten Probolinggo. “Hasilnya, di Kabupaten Probolinggo tidak ditemukan penyakit frambusia,” ujarnya.

Frambusia merupakan penyakit kulit menular kronis. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja dan disebabkan kuman protenema parteneu. Berkat upaya maksimal yang dilakukan, sejauh ini penyakit ini jarang muncul. Bahkan, sudah bertahun-tahun tidak ditemukan lagi kasus frambusia di Kabupaten Probolinggo.

PENGHARGAAN: Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono, M.M.Kes., menunjukkan Sertifikat Eradikasi Frambusi atau Bebas Frambusia, kemarin (31/5).

MOST READ

BERITA TERBARU

/