alexametrics
25.5 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

MUI Minta Tindak Knalpot Brong yang Mengganggu saat Tarawih

KRAKSAAN, Radar Bromo– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo meminta aparat keamanan menindak tegas warga yang melakukan keributan selama Ramadan. Salah satunya, warga yang menggunakan knalpot brong selama tarawih.

Tujuannya menurut Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo Yasin, untuk memberikan kekhusyukan selama ibadah Ramadan. Seperti berkendara menggunakan knalpot brong saat salat tarawih sedang digelar.

“Yang begitu itu pasti ada saja. Jadi, kami meminta kepada aparat keamanan agar dapat menindak tegas. Juga menindak tegas semua hal yang dapat menggangu kekhusyukan ibadah Ramadan,” katanya.

Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Ponsen Dadang Martianto mengatakan, pihaknya telah rutin menindak kendaraan berknalpot brong. Lebih-lebih saat pagi dan siang hari.

Misalnya, menindak siswa yang berangkat sekolah. Juga menindak masyarakat yang menggunakan knalpot brong.

Penindakan dilakukan dengan cara, penilangan dan pengamanan sepeda. Sepeda yang diamankan dapat diambil bila knalpot telah diganti dengan kondisi standart.

“Kami juga meminta agar tukang las yang biasa memberi pelayanan knalpot ini tidak melayani lagi. Agar tidak terus ada knalpot seperti itu. Untuk antisipasi pada saat tarawih ini, kami juga akan penindakan,” ujarnya.

KRAKSAAN, Radar Bromo– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo meminta aparat keamanan menindak tegas warga yang melakukan keributan selama Ramadan. Salah satunya, warga yang menggunakan knalpot brong selama tarawih.

Tujuannya menurut Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo Yasin, untuk memberikan kekhusyukan selama ibadah Ramadan. Seperti berkendara menggunakan knalpot brong saat salat tarawih sedang digelar.

“Yang begitu itu pasti ada saja. Jadi, kami meminta kepada aparat keamanan agar dapat menindak tegas. Juga menindak tegas semua hal yang dapat menggangu kekhusyukan ibadah Ramadan,” katanya.

Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Ponsen Dadang Martianto mengatakan, pihaknya telah rutin menindak kendaraan berknalpot brong. Lebih-lebih saat pagi dan siang hari.

Misalnya, menindak siswa yang berangkat sekolah. Juga menindak masyarakat yang menggunakan knalpot brong.

Penindakan dilakukan dengan cara, penilangan dan pengamanan sepeda. Sepeda yang diamankan dapat diambil bila knalpot telah diganti dengan kondisi standart.

“Kami juga meminta agar tukang las yang biasa memberi pelayanan knalpot ini tidak melayani lagi. Agar tidak terus ada knalpot seperti itu. Untuk antisipasi pada saat tarawih ini, kami juga akan penindakan,” ujarnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/