alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Friday, 1 July 2022

Tiap Hari 50 Ton Sampah Masuk TPA Seboro Krejengan

KREJENGAN, Radar Bromo – Pasokan sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Seboro, Krejengan, Kabupaten Probolinggo, seakan tak terbendung. Setiap hari rata-rata sampah yang diangkut mencapai sekitar 50 ton. Dari jumlah itu, didominasi sampah rumah tangga.

Kabid Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Probolinggo Zaenal Ansori mengatakan, tingginya pasokan sampah tidak terlepas dari banyaknya produksi sampah harian. Terutama sampah rumah tangga. Terhitung, lebih dari 60 persen sampah yang diangkut ke TPA merupakan sampah rumahan. “Didominasi sampah rumahan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, meningkatnya produksi sampah tidak terlepas dari adanya pandemi Covid-19. Adanya pandemi, warga mulai banyak yang berbelanja secara online.

“Sebelumnya warga kalau berbelanja bawa wadah sendiri. Sekarang sudah banyak yang belanja online dan pastinya itu dibungkus. Kemasan itu yang nantinya jadi sampah. Selain itu, sampah seperti popok dan sampah lainnya juga banyak,” ujarnya.

Faktor lainnya yang membuat produksi sampah meningkat adalah hujan. Akibat hujan, kondisi sampah yang basah membuat timbangannya menjadi lebih berat. “Jadi tidak heran kalau sampah semakin banyak dan berat. Ditambah lagi ada yang membuang sampah hasil rabas pohon ke TPS,” ujarnya.

Meski begitu, Zaenal mengatakan, kapasitas TPA Seboro masih cukup untuk menampung sampah sepanjang tahun ini. Pihaknya juga terus melakukan pemanfaatan sampah, baik yang organik maupun anorganik.

“Insyaallah sampai akhir tahun 2022 masih cukup. Karena sampahnya terus kami proses. Ada yang kami jadikan ecobrick dan ada juga yang kami jadikan pupuk kompos,” jelasnya. (mu/rud)

KREJENGAN, Radar Bromo – Pasokan sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Seboro, Krejengan, Kabupaten Probolinggo, seakan tak terbendung. Setiap hari rata-rata sampah yang diangkut mencapai sekitar 50 ton. Dari jumlah itu, didominasi sampah rumah tangga.

Kabid Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Probolinggo Zaenal Ansori mengatakan, tingginya pasokan sampah tidak terlepas dari banyaknya produksi sampah harian. Terutama sampah rumah tangga. Terhitung, lebih dari 60 persen sampah yang diangkut ke TPA merupakan sampah rumahan. “Didominasi sampah rumahan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, meningkatnya produksi sampah tidak terlepas dari adanya pandemi Covid-19. Adanya pandemi, warga mulai banyak yang berbelanja secara online.

“Sebelumnya warga kalau berbelanja bawa wadah sendiri. Sekarang sudah banyak yang belanja online dan pastinya itu dibungkus. Kemasan itu yang nantinya jadi sampah. Selain itu, sampah seperti popok dan sampah lainnya juga banyak,” ujarnya.

Faktor lainnya yang membuat produksi sampah meningkat adalah hujan. Akibat hujan, kondisi sampah yang basah membuat timbangannya menjadi lebih berat. “Jadi tidak heran kalau sampah semakin banyak dan berat. Ditambah lagi ada yang membuang sampah hasil rabas pohon ke TPS,” ujarnya.

Meski begitu, Zaenal mengatakan, kapasitas TPA Seboro masih cukup untuk menampung sampah sepanjang tahun ini. Pihaknya juga terus melakukan pemanfaatan sampah, baik yang organik maupun anorganik.

“Insyaallah sampai akhir tahun 2022 masih cukup. Karena sampahnya terus kami proses. Ada yang kami jadikan ecobrick dan ada juga yang kami jadikan pupuk kompos,” jelasnya. (mu/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/