Sulit Berlakukan Sosial Distancing di Rutan Kraksaan

KRAKSAAN, Radar Bromo Social maupun Physical Distancing tidak berlaku di Rutan Kelas II B Kraksaan. Sebab, rumah tahanan tersebut overkapasitas. Karena seharusnya diisi sekitar 250 orang, namun sekarang jumlahnya sekitar 450 orang yang menghuni.

Kafi, kepala Rutan Kraksaan menejelaskan, di tengah pandemi korona, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Instruksi pemerintah yang mengimbau masyarakat untuk melakukan social atau physical distancing, tidak bisa diberlakukan di rutan. Penyebabnya, rutan overkapasitas.

“Ya, tidak bisa kami lakukan social distancing. Soalnya, rutan overkapasitas. Dalam satu sel bisa berisi 60-70 orang,” katanya.

Namun, menurutnya, untuk pencegahan virus korona masuk ke rutan, pihaknya telah menyiapkan dan menjalankan upaya. Ada beberapa upaya yang dilakukan. Di antaranya, hampir melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh ruangan. Dan tentu melakukan pembatasan atau tidak boleh berkunjung.

Bagi keluarga para tahanan yang kangen keluarganya mereka diperbolehkan untuk melakukan panggilan video. “Upaya yang kami lakukan penyemprotan dan juga membatasi pengunjung,” katanya.

Selain itu, juga menjemur para tahanan. Mereka setiap pukul 09.00 dijemur di halaman rutan. Mereka dijemur dengan tidak memakai baju. Juga, baju para tahanan yang ada di dalam kamar dilakukan penjemuran setelah warga binaan itu selesai menjemur dirinya.

“Semoga saja, virus itu tidak sampai masuk ke dalam rutan. Dengan upaya yang kami lakukan ini semoga semuanya tetap sehat,” terangnya. (sid/fun)