alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Saturday, 28 November 2020

Kemenag Juga Rumahkan Petugas Kantor Urusan Agama

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Sejak adanya surat edaran (SE) dari Kementerian Agama RI tentang imbauan dan pelaksanaan Protokol Penanganan Covid-19 beberapa waktu lalu, Kantor Urusan Agama (KUA) di Kabupaten Probolinggo harus merumahkan para petugasnya. Hal itu juga untuk meminimalisir wabah kian banyak.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Santoso mengatakan, dalam SE tersebut memang ada beberapa poin yang menjadi imbauan dari Kemenag Pusat. Salah satunya tentang protokol yang harus dilakukan oleh petugas KUA. Dalam protokol tersebut, pegawai di KUA diharuskan bekerja di rumah dan tidak di kantor.

Tak hanya berdasarkan SE tersebut, merumahkan pegawai KUA itu menurutnya juga berpedoman terhadap SE yang dikeluarkan oleh Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Nomor 1825/Kw.13.1.2/KP.01/03/2020 tentang Penyampaian Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE 4 Tahun 2020. “Dua pedoman kami menerapkan ini (merumahkan pegawai KUA, red). Jadi memang untuk saat ini aktivitas di KUA dibatasi,” ujarnya.

Meski begitu, petugas KUA menurutnya tidak boleh bersantai diri. Sebab, segala tugas dan tanggung jawab tetap menjadi kewajiban untuk dilakukan di rumah masing-masing. Dengan hal ini, praktis agenda KUA yang melibatkan banyak orang saat ini ditiadakan.

“Di SE Menag itu jelas bunyinya untuk sementara waktu meniadakan semua jenis pelayanan, selain pelayanan administrasi dan pencatatan nikah. Kalau seperti bimbingan perkawinan itu kami tiadakan karena kan ada kontak jarak dekat. Dan kami sudah mengeluarkan SE juga agar mereka tetap bekerja di rumah masing-masing,” ujarnya.

Tentunya hal ini menyebabkan beberapa calon pengantin (catin) yang akan mendaftar untuk menikah sebaiknya menunda dulu niatnya hingga pandemi korona berakhir. Sebab saat ini menurutnya pihaknya hanya mengutamakan catin yang sudah membuat janji dengan petugas KUA yang akan melangsungkan akad nikah.

Santoso melanjutkan, hal ini setidaknya akan berlangsung hingga akhir bulan ini. Meski begitu, ia tidak bisa menjamin aktivitas perkantoran di KUA akan kembali normal pada April nanti. “Nanti kalau memang ada urusan yang urgen, petugas KUA bisa ke kantor untuk mengurusnya, tapi harus dengan persetujuan dari kami, nanti kami beri surat rekomendasi. Seperti acara akad nikah yang sudah buat janji dengan petugas, tapi tetap nanti akadnya harus menggunakan sarung tangan dan maskes bagi petugas dan catin laki-lakinya. Ini berlaku hanya sampai 31 Maret, kelanjutannya kami masih akan melihat perkembangan situasi dulu,” jelasnya. (mg1/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pencarian Hari Ketiga, Temukan Mayat di Perairan Gili, Diduga Wahyu

Pihak keluarga masih ragu itu jasad dari Wahyu Ibrahim, sebab kondisinya sudah agak susah dikenali. Tetapi, ada satu ciri fisik yang sama. Yakni, ada bekas jahitan di paha sebelah kanan.

Hujan Deras, Dua Dapur Warga Pakuniran Tergerus Longsor

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya mengakibatkan longsor di Kecamatan Pakuniran dan Kecamatan Lumbang.

Hindari Sepeda, Bus Masuk Sungai, Pesepeda Asal Wonorejo Meninggal

Malang nasib Sujono. Kakek berusia 65 tahun itu meninggal setelah tertabrak bus saat hendak menyeberang jalan, Sabtu (28/11).

Semalam, Dua Motor Warga Kerpangan Dimaling

Sabtu (28/11) dini hari, kawanan maling menggondol dua motor milik Adi Cahyono, warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Pembangunan Gedung PSC Diburu Waktu, Tapi Optimistis Selesai

Hingga mendekati batas waktu penyelesaian, belum sepenuhnya gedung berlantai dua itu, rampung dikerjakan. Hingga saat ini, baru sekitar 90 persen direalisasikan.