alexametrics
32C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Sasaran Vaksin Tahap Dua di Kab Probolinggo 20.788 Orang

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sebanyak 570 Pegawai Pelayanan Publik di Kabupaten Probolinggo sudah melaksanakan vaksinasi tahap kedua dosis pertama. Penyuntikan vaksin sinovac yang menyasar pada Pegawai Pelayanan Publik dirasa perlu, sebab memiliki risiko tertular lebih tinggi.

Adapun sasaran vaksinasi tahap kedua di Kabupaten Probolinggo sekitar 20.788 orang. Hanya saja dosis vaksin yang tiba dan diterima Satgas Penanganan Covid-19, sekitar 1.805 vial vaksin, dimana untuk 1 vial vaksin, nanti saat pelaksanaan di lapangan dapat menjadi 9 dosis. Oleh karena itu 1.805 vial vaksin yang telah diterima Pemkab Probolinggo sekitar 16.245 dosis vaksin. Sedangkan tiap orang butuh dua dosis vaksin, sehingga hanya cukup untuk 8.115 orang.

“Pada hari pertama penyuntikan vaksin menyasar kepada ASN yang ada di Setda Kabupaten Probolinggo, targetnya dua hari selesai,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Shodiq Tjahjono.

Pelaksanaan vaksinasi tahap kedua yang digelar Kamis (25/2) lalu digelar dua tempat yang beberda yakni wilayah timur di ruang Auditorium Madakaripura, Lantai V Kantor Bupati Probolinggo, Kraksaan. Sedangkan wilayah barat di Mall Mall Pelayanan Publik, Dringu. Sebanyak 570 ASN telah melaksanakan vaksinasi. Rinciannya sebanyak 415 ASN melaksanakan penyuntikan vaksin di wilayah timur dan sebanyak 155 ASN melakukan penyuntikan vaksin di wilayah barat.

“Hari pertama sudah selesai dilaksanakan, secara bertahap akan dilakukan bergantian sesuai dengan sasaran penyuntikan yang telah ditentukan,” katanya.

Vaksinasi tahap kedua ini sedianya akan diberikan kepada seluruh Pelayan Publik Meliputi TNI-Polri, Satpol PP, dan ASN. Selain itu pekerja media dan pedagang turut menjadi sasaran penyuntikan vaksin.

Kendati pelaksanaan vaksinasi tahap pertama sudah rampung, dan dilanjutkan tahap kedua, pihaknya menegaskan jika penerapan protokol kesehatan tetap harus dilakukan. Sebab upaya pencegahan penularan virus harus dilaksanakan secara serius.

“Tetap tidak boleh lengah, protokol kesehatan tetap diterapkan. Jangan lantas longgar setelah adanya vaksinasi,” pungkasnya. (ar/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sebanyak 570 Pegawai Pelayanan Publik di Kabupaten Probolinggo sudah melaksanakan vaksinasi tahap kedua dosis pertama. Penyuntikan vaksin sinovac yang menyasar pada Pegawai Pelayanan Publik dirasa perlu, sebab memiliki risiko tertular lebih tinggi.

Adapun sasaran vaksinasi tahap kedua di Kabupaten Probolinggo sekitar 20.788 orang. Hanya saja dosis vaksin yang tiba dan diterima Satgas Penanganan Covid-19, sekitar 1.805 vial vaksin, dimana untuk 1 vial vaksin, nanti saat pelaksanaan di lapangan dapat menjadi 9 dosis. Oleh karena itu 1.805 vial vaksin yang telah diterima Pemkab Probolinggo sekitar 16.245 dosis vaksin. Sedangkan tiap orang butuh dua dosis vaksin, sehingga hanya cukup untuk 8.115 orang.

“Pada hari pertama penyuntikan vaksin menyasar kepada ASN yang ada di Setda Kabupaten Probolinggo, targetnya dua hari selesai,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Shodiq Tjahjono.

Mobile_AP_Half Page

Pelaksanaan vaksinasi tahap kedua yang digelar Kamis (25/2) lalu digelar dua tempat yang beberda yakni wilayah timur di ruang Auditorium Madakaripura, Lantai V Kantor Bupati Probolinggo, Kraksaan. Sedangkan wilayah barat di Mall Mall Pelayanan Publik, Dringu. Sebanyak 570 ASN telah melaksanakan vaksinasi. Rinciannya sebanyak 415 ASN melaksanakan penyuntikan vaksin di wilayah timur dan sebanyak 155 ASN melakukan penyuntikan vaksin di wilayah barat.

“Hari pertama sudah selesai dilaksanakan, secara bertahap akan dilakukan bergantian sesuai dengan sasaran penyuntikan yang telah ditentukan,” katanya.

Vaksinasi tahap kedua ini sedianya akan diberikan kepada seluruh Pelayan Publik Meliputi TNI-Polri, Satpol PP, dan ASN. Selain itu pekerja media dan pedagang turut menjadi sasaran penyuntikan vaksin.

Kendati pelaksanaan vaksinasi tahap pertama sudah rampung, dan dilanjutkan tahap kedua, pihaknya menegaskan jika penerapan protokol kesehatan tetap harus dilakukan. Sebab upaya pencegahan penularan virus harus dilaksanakan secara serius.

“Tetap tidak boleh lengah, protokol kesehatan tetap diterapkan. Jangan lantas longgar setelah adanya vaksinasi,” pungkasnya. (ar/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2