alexametrics
26.8 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Puluhan Nakes di Kab Probolinggo Alami Ini usai Divaksin

DRINGU, Radar Bromo – Seribu lebih dosis vaksin sinovac di Kabupaten Probolinggo disuntikkan pada tenaga kesehatan (nakes). Puluhan nakes di antaranya alami gejala ringan pasca disuntik vaksin tersebut. Mulai pusing, mual, ngantuk, dan laper dirasakan. Namun, gejala tersebut dapat segera tertangani dan tidak berdampak fatal.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, dari 3.000 dosis vaksin sinovac yang telah didistribusikan ke 33 puskesmas dan RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Sudah ada sekitar 1.532 dosis vaksin yang telah disuntikkan. Sekitar 26 nakes di antaranya, alami gejala ringan tersebut.

Jumlah kehadiran nakes yang bakal divaksin sebanyak 2.020 orang. Namun, yang lolos screening untuk divaksin baru 1.532 orang. Selebihnya, 219 orang harus ditunda dan 245 orang lagi tidak perlu diberikan vaksin.

Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Dewi Vironica saat dikonfirmasi membenarkan adanya sekitar 26 nakes yang disuntik Sinovac alami gejala ringan. Namun, gejala yang dialami itu masih kategori wajar ringan.

”Ada beberapa yang bergejala setelah disuntik vaksin. Tapi ringan dan tidak lebih dari 1 jam, gejala itu hilang,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Minggu (31/1).

Gejala yang dialami tiap orang dikatakan Dewi, tidaklah sama. Seperti halnya dirinya, tidak alami gejala sama sekali. Beda dengan beberapa nakes yang mengalami gejala ringan tersebut. Seperti gejala ngantuk, laper, pusing dan mual.

”Setelah disuntik vaksin, mereka terus dipantau selama 30 menit. Jadi jika ada gejala, bisa segera ditangani. Seperti gejala nyeri di bekas suntikan, langsung dikompres. Gejala ngantuk, langsung dibawa tidur,” terangnya.

Karena itu, diungkapkan Dewi, dalam proses vaksin paling penting kejujuran orang yang akan divaksin. Mereka yang akan divaksin, tentunya lebih dulu akan lewati meja kedua (screening). Nah, di situ penerima vaksin harus jujur, jika ada keluhan atau riwayat sakit diderita, seperti alergi atau lainnya. Sehingga, bisa ditetapkan benar penuhi syarat divaksin atau tidak.

”Jangan sampai, karena ingin segera divaksin, orang itu malah tidak jujur saat screening,” ungkapnya. (mas/fun)

DRINGU, Radar Bromo – Seribu lebih dosis vaksin sinovac di Kabupaten Probolinggo disuntikkan pada tenaga kesehatan (nakes). Puluhan nakes di antaranya alami gejala ringan pasca disuntik vaksin tersebut. Mulai pusing, mual, ngantuk, dan laper dirasakan. Namun, gejala tersebut dapat segera tertangani dan tidak berdampak fatal.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, dari 3.000 dosis vaksin sinovac yang telah didistribusikan ke 33 puskesmas dan RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Sudah ada sekitar 1.532 dosis vaksin yang telah disuntikkan. Sekitar 26 nakes di antaranya, alami gejala ringan tersebut.

Jumlah kehadiran nakes yang bakal divaksin sebanyak 2.020 orang. Namun, yang lolos screening untuk divaksin baru 1.532 orang. Selebihnya, 219 orang harus ditunda dan 245 orang lagi tidak perlu diberikan vaksin.

Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Dewi Vironica saat dikonfirmasi membenarkan adanya sekitar 26 nakes yang disuntik Sinovac alami gejala ringan. Namun, gejala yang dialami itu masih kategori wajar ringan.

”Ada beberapa yang bergejala setelah disuntik vaksin. Tapi ringan dan tidak lebih dari 1 jam, gejala itu hilang,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Minggu (31/1).

Gejala yang dialami tiap orang dikatakan Dewi, tidaklah sama. Seperti halnya dirinya, tidak alami gejala sama sekali. Beda dengan beberapa nakes yang mengalami gejala ringan tersebut. Seperti gejala ngantuk, laper, pusing dan mual.

”Setelah disuntik vaksin, mereka terus dipantau selama 30 menit. Jadi jika ada gejala, bisa segera ditangani. Seperti gejala nyeri di bekas suntikan, langsung dikompres. Gejala ngantuk, langsung dibawa tidur,” terangnya.

Karena itu, diungkapkan Dewi, dalam proses vaksin paling penting kejujuran orang yang akan divaksin. Mereka yang akan divaksin, tentunya lebih dulu akan lewati meja kedua (screening). Nah, di situ penerima vaksin harus jujur, jika ada keluhan atau riwayat sakit diderita, seperti alergi atau lainnya. Sehingga, bisa ditetapkan benar penuhi syarat divaksin atau tidak.

”Jangan sampai, karena ingin segera divaksin, orang itu malah tidak jujur saat screening,” ungkapnya. (mas/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/