Klaim BPJS di RSUD Waluyo Jati Masih Nunggak Rp 12,5 M

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kondisi keuangan BPJS Kesehatan Kabupaten Probolinggo belum juga stabil. Di tahun 2019, BPJS masih menunggak utang klaim pada RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Jumlahnya pun cukup besar, yaitu Rp 12,5 miliar.

Jumlah itu adalah klaim yang belum terbayarkan untuk waktu 3 bulan. Yaitu, bulan Oktober, November, dan Desember 2019. Belum lagi, klaim bulan Januari 2020 yang akan diajukan RSUD Waluyo Jati pada 10 Februari.

Diperkirakan, tiap bulannya pengajuan klaim BPJS Kesehatan dari RSUD Waluyo Jati sekitar Rp 4 miliar. Artinya, tunggakan klaim BPJS Kesehatan bisa mencapai sekitar Rp 16 Miliar.

Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan dr. Mansur saat dikonfirmasi mengatakan, sudah tiga bulan pengajuan klaim pada BPJS Kesehatan tidak cair. Yaitu, untuk bulan Oktober, November, dan Desember 2019.

“Pengajuan klaim BPJS Kesehatan yang sudah dicairkan hanya sampai September. Sesudah bulan itu, belum cair klaimnya” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo (31/1).

Mansur mengungkapkan, kondisi pencairan klaim BPJS kesehatan terhambat sesudah pertengahan tahun 2019. Bahkan, sempat tunggakan klaim BPJS Kesehatan sampai 4 bulan tak terbayarkan. Sehingga, piutang RSUD Waluyo Jati mencapai Rp 16 miliar.

“Pencairan terakhir klaim BPJS Kesehatan itu akhir tahum 2019. Yaitu untuk klaim bulan September,” teramgnya.

Mansur mengaku, tidak mengetahui pasti kapan rencana pencairan klaim BPJS itu. Mengingat, dari pihak BPJS sendiri tidak menjanjikan pencairan klaim karena tergantung dari pusat.

”Kondisi itu sepertinya sama dengan daerah lain. Semoga saja pengajuan klaim bisa dicairkan semua,” harapnya.

Sementara itu, Muhammad Chairul Sholeh selaku Kepala Cabang BPJS Kabupaten Probolinggo belum dapat dikonfirmasi. Saat dihubungi via telepon, tak kunjung diangkat. (mas/hn)