Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Mengenal Campak, Penyakit yang Dianggap Biasa Namun Efeknya Berbahaya

Achmad Arianto • Minggu, 31 Agustus 2025 | 20:25 WIB
IMUNISASI: Petugas kesehatan Desa Tambelang, Kecamatan Krucil sedang melakukan imunisasi pada balita. Penyebaran penyakit campak kian diwaspadai.
IMUNISASI: Petugas kesehatan Desa Tambelang, Kecamatan Krucil sedang melakukan imunisasi pada balita. Penyebaran penyakit campak kian diwaspadai.

PENYAKIT campak atau tampek kerap dianggap penyakit biasa bagi masyarakat.

Namun jangan salah, penyakit ini juga bisa berbahaya bagi tubuh orang yang memiliki penyakit komplikasi.

Campak atau tampek merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Morbilivirus.

Dengan masa sejak terinfeksi sampai timbulnya gejala sekitar 2-4 hari. Campak ditandai dengan timbulnya demam pada saat awal terinfeksi.

Kemudian berlanjut dengan timbulnya ruam kemerahan yang sering kali tidak disertai rasa gatal pada kulit yang menyebar ke seluruh tubuh.

Hal ini dapat timbul pada hari ke-2 sampai ke-4 setelah terinfeksi.

“Pada saat ruam kemerahan sudah merata ke seluruh tubuh. Demam bisa menjadi sangat tinggi, kemudian demam turun antara 2-3 hari pasca ruam kemerahan sudah merata ke seluruh tubuh,” kata dr. Rizky Pramudya Akbar, dokter umum di RS Graha Sehat.

Penyakit campak juga dapat diikuti oleh gejala lain yang dapat menyertai.

Seperti batuk, pilek, sakit mata, dan salah satu gejala khas berupa bercak koplik.

Bercak koplik merupakan bintik yang timbul pada bagian pipi belakang di bagian dalam mulut.

Dapat berwarna putih atau abu kebiruan yang disertai kemerahan pada sekitar bintik.

Selain itu campak juga dapat menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening pada beberapa bagian tubuh akibat dari infeksi luas yang timbul.

Pada kondisi tertentu campak dapat mengakibatkan perburukan kondisi pada penderita dengan gejala demam tinggi, sesak, hingga penurunan kesadaran.

“Campak rentan menyerang di segala usia dan segala kondisi. Terlebih lagi pada orang orang yang mengalami gangguan kekebalan tubuh dan tidak menerima vaksinasi,” ucapnya.

Penyakit ini memiliki dampak bagi tubuh. Paparan campak pada ibu hamil dapat berakibat timbulnya komplikasi seperti keguguran, kelahiran prematur, bahkan kecacatan pada bayi.

Sementara campak dapat memberikan dampak berupa radang telinga yang berakibat timbulnya nyeri pada telinga dan penurunan pendengaran.

Selanjutnya radang pada tulang mastoid. Yaitu tulang yang mengatur agar aliran udara dalam telinga berlangsung baik.

Gangguan pada bagian ini dapat menyebabkan bengkak dan terasa nyeri pada bagian belakang telinga.

Pneumonia atau radang pada organ paru paru akibat infeksi yang meluas, dapat ditandai dengan sesak dan batuk.

Serta ensefalomielitis merupakan peradangan yang terjadi pada bagian otak sampai ke sumsum tulang belakang.

Hal ini dapat ditandai dengan penurunan kesadaran, kelemahan anggota gerak sampai terjadinya kejang.

“Penyakit campak tidak bisa diremehkan sehingga perlu diwaspadai. Sebab dapat memberikan dampak buruk pada kesehatan tubuh,” terangnya.

 

Dapat Dicegah dengan Pola Hidup Sehat

Penyakit campak atau tampek merupakan penyakit yang cukup berbahaya.

Walaupun demikian penyakit yang disebabkan oleh virus ini dapat dicegah. Jika masyarakat melakukan pencegahan dan pola hidup yang tepat.

Upaya yang dilakukan agar tidak terkena campak baik pola makan atau pola hidup sehat.

Melakukan vaksinasi campak pada awal vaksin di usia 9 bulan, lalu dilakukan booster di usia 15 sampai 18 bulan, booster ke 2 usia 5 sampai 7 tahun.

Sementara untuk dewasa dapat menerapkan pola olahraga ringan namun rutin untuk menjaga dan memaksimalkan fungsi kekebalan tubuh.

Tidak terlalu sering mengkonsumsi ultra-proses food atau makanan yang melalui pengolahan panjang dan waktu yang lama karena kandungan nutrisi yang sudah jauh berkurang.

Selain itu tidak mengkonsumsi sembarang obat obatan terutama untuk mencegah terjadinya radang atau obat obatan golongan steroid.

“Memang berbahaya tetapi bisa dicegah dengan pola hidup yang benar. Sehingga potensi terserang penyakit bisa lebih rendah,” kata dr. Rizky Pramudya Akbar, dokter umum di RS Graha Sehat.

Penyakit ini juga bisa diobati. Campak dapat didiagnosa setelah timbulnya ruam dan beberapa gejala khas pada penyakit tersebut.

Jika sudah terdapat kecurigaan sebuah kondisi mengarah ke kondisi campak segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Agar mendapat terapi sesuai dengan gejala yang muncul dan tidak terjadi keterlambatan penanganan.

Langkah lainnya yang juga dapat dilakukan adalah memberikan terapi tambahan berupa konsumsi vitamin A.

Mengkonsumsi air putih yang cukup. Mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang untuk membantu daya tahan lebih baik lagi.

“Istirahat yang cukup dan hindari kelelahan karena dapat menurunkan daya tahan tubuh. Kondisi demikian juga dapat mempercepat penyebaran penyakit didalam tubuh,” ucapnya.

Infeksi campak diakibatkan oleh virus, sehingga tidak ada obat spesifik yang digunakan mengatasi penyakit tersebut.

Penanganan pada pasien campak dilakukan berdasarkan gejala yang muncul.

Karena penyakit ini bersifat self-limitting disease atau penyakit yang membaik seiring waktu tergantung daya tahan setiap penderita dalam melawan virus campak.

Karena itulah menjaga daya tahan tubuh tetap baik adalah salah satu pencegahan utama.

Selanjutnya karena penyakit ini menular lewat droplet atau cairan percikan dari saluran nafas atau mulut penderita.

Maka disarankan untuk menjaga jarak dengan penderita untuk memutus rantai penularan atau bagi penderita campak dapat menggunakan masker untuk menghindari ada nya droplet yang tersebar.

Pemberian vaksinasi berperan sangat penting bagi pembentukan daya tahan terhadap penyakit campak.

Serta menerapkan pola hidup sehat seperti cuci tangan sebelum makan, istirahat yang cukup, olahraga ringan namun rutin juga dapat membantu agar kekebalan tubuh selalu siap berperang ketika datang serangan penyakit dari luar tubuh.

“Deteksi awal pada penyakit campak dapat membantu agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan penderita kondisinya tidak semakin parah,” tukasnya. (ar/one)

Editor : Jawanto Arifin
#campak #penyakit menular