Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tips Begadang Sehat saat Memburu Malam Lailatul Qadar

Achmad Arianto • Sabtu, 30 Maret 2024 | 16:15 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Begadang, jangan begadang
Kalau tiada artinya
Begadang boleh saja
Kalau ada perlunya

 

ITULAH sepenggal lirik lagu milik Rhoma Irama. Begadang atau melek malam sebenarnya sah-sah saja dilakukan. Apalagi jika tujuannya untuk ibadah.

Seperti malam lailatul qadar menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh umat islam selama bulan ramadan.

Tak heran jika 10 hari terakhir bulan ramadan banyak muslim yang begadang untuk memperbanyak ibadah baik di masjid ataupun di rumah.

Begadang boleh dilakukan namun harus tetap memperhatikan kebugaran tubuh.

Begadang merupakan kegiatan yang dilakukan dengan mengurangi waktu tidur pada satu hari. Baik sengaja ataupun tidak disengaja karena aktivitas tertentu.

Secara medis tidur ideal dalam sehari adalah 7 jam. Namun jika jam tidur kurang dalam jangka panjang juga akan menimbulkan dampak yang tidak baik bagi kesehatan.

Dokter umum Klinik Pratama Rizani Paiton dr. Syerly Ayuningtyas, M.K.M (MARS) mengatakan bahwa orang yang melakukan kegiatan begadang secara terus-menerus, memiliki dampak buruk bagi kesehatan.

Pasalnya dalam sehari tubuh harus beristirahat agar tetap bugar. Supaya bisa menjalankan aktivitas keesokan harinya dengan semangat.

“Dalam sehari tubuh perlu beristirahat total, hal ini dapat dilakukan saat tidur. Karena itulah perlu tidur setidaknya 7 jam. Jika tidak dilakukan tentunya akan berdampak pada kesehatan,” katanya.

Dampak dari kegiatan begadang diantaranya adalah sulit berkonsentrasi. Memiliki waktu tidur yang cukup dapat merilekskan syaraf, mengistirahatkan fisik dan menenangkan pikiran.

Kurangnya waktu tidur dapat menurunkan kewaspadaan, konsentrasi, nalar serta kemampuan memecahkan masalah. Selain itu kurangnya waktu tidur juga berdampak pada penurunan daya ingat seseorang.

Konsentrasi yang menurun membuat orang rentan mengalami kecelakaan. Kurang tidur akan membuat kamu merasa kantuk pada siang hari.

Jika berangkat bekerja menggunakan kendaraan, berpotensi menyebabkan kecelakaan dan cedera saat bekerja.

Kemudian menurunkan gairah seksual. Terlalu banyak begadang menurunkan libido serta menurunkan keinginan untuk melakukan hubungan seksual. Sebab terlalu banyak energi yang terkuras dan rasa kantuk yang berlebihan.

“Dampak yang paling bisa dirasakan karena begadang adalah mengantuk dan lemas. Dari situlah kemudian ada dampak-dampak lainnya yang dirasakan oleh tubuh,” terangnya.

Begadang juga mengakibatkan penurunan produksi hormon. Hormon yang dapat mengalami penurunan adalah hormon pertumbuhan hingga testosteron.

Saat pria terlalu sering begadang, penurunan hormon testosteron dapat memicu munculnya lemak, kurangnya massa otot, kerapuhan tulang, hingga mudah lelah.

Seringnya melakukan begadang dapat mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Tidur baik untuk meningkatkan fungsi dua hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang.

Begadang akan mempengaruhi menurunkan hormon tersebut sehingga tubuh terus-menerus merasa lapar.

Dalam jangka panjang begadang juga akan mengakibatkan penyakit serius. Mulai dari tekanan darah tinggi, stroke, penyakit jantung, serangan jantung, gagal jantung, dan peningkatan detak jantung.

“Ada beberapa penyakit serius yang dapat ditimbulkan karena begadang. Karena itulah jangan melakukan aktivitas begadang secara terus-menerus,” tandasnya.

 

Badan Sehat saat Melekan

 

BEGADANG memang tidak dianjurkan secara medis karena akan berdampak pada kesehatan.

Akan tetapi risiko begadang dapat diminimalisir dengan beberapa aktivitas yang dapat dilakukan.

Terlebih lagi 10 hari terakhir bulan ramadan banyak muslim melakukan aktivitas begadang dengan melakukan ibadah. Baik di masjid maupun di rumah.

“Begadang boleh dilakukan asalkan tidak dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menekan resiko gangguan kesehatan,” ucap dr. Syerly Ayuningtyas, M.K.M (MARS).

Bagi orang yang memiliki niat begadang untuk beribadah, berikut ini merupakan tips yang bisa dilakukan agar begadang lebih aman. Meliputi mengganti pola tidur yang telah dianjurkan yakni 7 jam dalam sehari.

Jika memutuskan untuk begadang maka waktu istirahat untuk tidur dapat diubah. Misalnya saat malam hanya tidur 3 jam. Kemudian sisanya dapat dilanjutkan saat siang harinya. Atau menyesuaikan waktu yang bisa dilakukan.

Untuk menjaga kebugaran perlu mengkonsumsi multivitamin. Dengan demikian tubuh tidak mudah terserang oleh penyakit.

“Setiap orang pada dasarnya memiliki waktu istirahat yang berbeda-beda. Yang terpenting bisa tidur total 7 jam dalam sehari. Orang yang bekerja di kantor bisa memanfaatkan waktu istirahat kerja untuk tidur,” katanya.

Jangan terlalu banyak mengkonsumsi kopi sebab kadar kafein juga akan mempengaruhi kesehatan. Boleh mengkonsumsi kopi asalkan masih dalam batas kewajaran.

Misal hanya secangkir gelas kecil. Jika terlalu berlebihan bisa mengakibatkan hipertensi, detak jantung lebih cepat, dan asam lambung. Minuman berenergi juga harus dihindari. Karena dampak jangka panjangnya akan menyebabkan penyakit ginjal.

“Perlu digaris bawahi bahwa begadang obat yang paling ampuh adalah mengganti waktu tidur. Tubuh akan kembali sehat dan bugar setelah tidur dengan kualitas baik. Walaupun demikian jangan terlalu sering bergadang agar tidak terkena penyakit serius,” pungkasnya. (ar/fun)

Editor : Ronald Fernando