25.6 C
Probolinggo
Tuesday, October 4, 2022

Ayo Kenali Macam-Macam Kebotakan pada Pria

KEBOTAKAN atau penipisan rambut bisa meruntuhkan kepercayaan diri seorang pria. Apalagi, bila kebotakan terjadi sebelum umur 50 tahun. Usia masih muda belia, eh kepala sudah botak.

Kebotakan pada pria dikenal dengan sebutan alopesia androgenetik atau male pattern hair loss atau kerontokan rambut. Kondisi itu bergantung pada hormon androgen yang diproduksi di testis dan berfungsi pada reproduksi pria serta ditentukan secara genetik.

Mereka mengalami kebotakan itu karena hormon androgen berfungsi optimal. Namun, reseptor molekul yang menerima sinyal kimia pada akar rambut bekerja berlebihan, sehingga merusak akar rambut.

”Secara genetik, jika orang tua punya riwayat kebotakan, maka anak mereka juga cenderung mengalami kondisi serupa,” jelas dokter spesialis kulit di Kota Probolinggo dr Brahma.

Kebotakan ini memiliki pola tertentu. Ada yang berpola seperti garis rambut yang semakin melebar. Misalnya, membentuk huruf M. Ada pula rambut menipis pada bagian mahkota.

Namun, yang paling parah adalah kebotakan dengan bagian depan bertemu bagian belakang sehingga menyisakan rambut di tepi dan belakang saja. Tingkat keparahan bisa semakin meningkat seiring bertambahnya usia.

”Memang, lebih dari 50 persen pria yang mengalami kebotakan itu adalah laki-laki di atas usia 50 tahun. Tapi, laki-laki yang baru berusia 18 tahun juga berisiko mengalami ini,” tambah dr Brahma.

KEBOTAKAN atau penipisan rambut bisa meruntuhkan kepercayaan diri seorang pria. Apalagi, bila kebotakan terjadi sebelum umur 50 tahun. Usia masih muda belia, eh kepala sudah botak.

Kebotakan pada pria dikenal dengan sebutan alopesia androgenetik atau male pattern hair loss atau kerontokan rambut. Kondisi itu bergantung pada hormon androgen yang diproduksi di testis dan berfungsi pada reproduksi pria serta ditentukan secara genetik.

Mereka mengalami kebotakan itu karena hormon androgen berfungsi optimal. Namun, reseptor molekul yang menerima sinyal kimia pada akar rambut bekerja berlebihan, sehingga merusak akar rambut.

”Secara genetik, jika orang tua punya riwayat kebotakan, maka anak mereka juga cenderung mengalami kondisi serupa,” jelas dokter spesialis kulit di Kota Probolinggo dr Brahma.

Kebotakan ini memiliki pola tertentu. Ada yang berpola seperti garis rambut yang semakin melebar. Misalnya, membentuk huruf M. Ada pula rambut menipis pada bagian mahkota.

Namun, yang paling parah adalah kebotakan dengan bagian depan bertemu bagian belakang sehingga menyisakan rambut di tepi dan belakang saja. Tingkat keparahan bisa semakin meningkat seiring bertambahnya usia.

”Memang, lebih dari 50 persen pria yang mengalami kebotakan itu adalah laki-laki di atas usia 50 tahun. Tapi, laki-laki yang baru berusia 18 tahun juga berisiko mengalami ini,” tambah dr Brahma.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/