Korban Bondet Tak Melapor, Penyidikan Terkendala

NGULING, Radar Bromo – Pihak kepolisian tidak bisa berbuat banyak terkait aksi pelemparan bondet di Desa Wotgalih, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (26/10). Sebab, sampai Rabu (30/10), korban tidak juga melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian.

Kasubag Humas Polres Pasuruan Kota AKP Endy Purwanto mengatakan penyidik dari Polsek Nguling sudah mendatangi lokasi kejadian di Desa Wotgalih. Bahkan, sudah dua kali. Pada Minggu (27/10) dan Selasa (29/10).

Namun, warga tidak bersedia memberikan informasi. Mereka memilih bungkam saat anggota Polsek Nguling menanyakan peristiwa pelemparan bondet. “Belum ada laporan masuk ke kami. Penyidik dari Polsek Nguling juga sempat mendatangi Desa Wotgalih. Cuma tidak ada yang bersedia menjawab perihal ini,” ujarnya.

PECAH: Rumah warga di Wotgalih yang dibondet. (Dok. Radar Bromo)

Endy mengaku pihaknya tidak bisa melakukan penyidikan. Sebab, tidak ada laporan sebagai dasar atau acuan bagi pihaknya untuk menyelidiki kasus tersebut. “Lalu apa yang menjadi dasar bagi kami untuk menyelidiki. Seharusnya, kalau ada tindak kriminal, warga melapor,” ujarnya.

Diketahui, aksi pelemparan bondet menghantui warga Kabupaten Pasuruan. Dalam kurun waktu tidak sampai 24 jam, terjadi dua kali aksi pelemparan bondet terhadap dua rumah warga di dua lokasi berbeda.

Jumat (25/10), saat itu rumah salah satu anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Eko Suyono di Desa/Kecamatan Pasrepan, dibondet. Sabtu (26/10) malam, giliran rumah Faratus Sholiha, warga Desa Wotgalih, Kecamatan Nguling, yang menjadi sasaran pelemparan bondet.

Syukur, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kejadian ini sempat membuat warga setempat panik karena dilakukan saat lokasi setempat masih ramai warga. Selain itu, kaca depan milik Sholiha berlubang karena ledakan bondet. (riz/rud/fun)