alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Gara-gara 100 Ribu, Sekelompok Pemuda Menganiaya, Lima Dibekuk

PAITON, Radar Bromo – Aksi penganiayaan berhasil diungkap Polsek Paiton. Aksi yang bermula dari masalah utang sebesar Rp 100 ribu, membuat delapan pemuda nekat mengeroyok korban hingga babak belur. Lima tersangka sudah berhasil diamankan jajaran Polsek Paiton. Kini, kelima tersangka harus mendekam di dalam balik jeruji besi.

Kasus pengeroyokan itu sudah lama yakni Sabtu (10/7), di tikungan jalan Desa Desa Jabungsisir, Paiton. Korban adalah Muhammad Nari, 35, warga Dusun Candi, Desa Jabung Candi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Sedangkan kelima tersangka yang telah diamankan Andika Wika Putra, 30; Afandra Kriswantoro, 23; Muhammas Rasid Ridho, 26; Adam Sukma Wijaya, 24; dan Muhammmad Rico Kurniawan, 20. Mereka semua asal Desa Jabungsisir, Kecamatan Paiton.

Kapolsek Paiton AKP Noer Choeiri saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus pengeroyokan yang terjadi tiga pekan lalu. Setelah mendapatkan laporan dari korban dan dilakukan penyelidikan, Senin lalu (19/7), pihaknya mengamankan lima dari 8 tersangka kasus dugaan pengeroyokan.

”Motif kasus penganiayan secara bersama-sama atau pengeroyokan itu, masalah hutang piutang. Korban memiliki sisa hutang sebesar Rp 100 ribu pada tersangka Andika. Karena tak kunjung membayar, tersangka Adam dan rekannya nekat melakukan penganiayaan,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Jumat (30/7).

Kapolsek menerangkan, penganiayan bermula saat tersangka Andika menagih hutang pada korban yang tengah servis motor di bengkel tersangka Adam. Saat itu, utang sisa Rp. 100.000 dan terjadi cek-cok adu mulut.

Pertikaian itu dilerai warga dan mereka semua pulang ke rumah masing-masing. Di hari yang sama, sekitar pukul 15.0, tersangka WW yang masih buron dan tersangka Kris, datang kerumah korban dan mengajak keluar rumah. Sesampai di tikungan jalan tepatnya di Desa Jabung Sisir Paiton, tersangka Kris memanggil teman-temannya yang merupakan para tersangka. Di lokasi kejadian itu, terjadi cekcok mulut, dan terjadilah penganiayaan bersama-sama.

”Akibat kejadian penganiayaan itu, korban alami luka patah tulang di jari tangan kanan, patah tulang iga, memar di bagian belakang kepala, luka lecet dan memar pada wajah. Selain itu, sesak napas akibat diinjak-injak pakai kaki,” terangnya. Para tersangka dijerat dengan pasal dalam pasal 170 jo 351 KUHP, tentang penganiayaan secara bersama-sama. (mas/fun)

PAITON, Radar Bromo – Aksi penganiayaan berhasil diungkap Polsek Paiton. Aksi yang bermula dari masalah utang sebesar Rp 100 ribu, membuat delapan pemuda nekat mengeroyok korban hingga babak belur. Lima tersangka sudah berhasil diamankan jajaran Polsek Paiton. Kini, kelima tersangka harus mendekam di dalam balik jeruji besi.

Kasus pengeroyokan itu sudah lama yakni Sabtu (10/7), di tikungan jalan Desa Desa Jabungsisir, Paiton. Korban adalah Muhammad Nari, 35, warga Dusun Candi, Desa Jabung Candi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Sedangkan kelima tersangka yang telah diamankan Andika Wika Putra, 30; Afandra Kriswantoro, 23; Muhammas Rasid Ridho, 26; Adam Sukma Wijaya, 24; dan Muhammmad Rico Kurniawan, 20. Mereka semua asal Desa Jabungsisir, Kecamatan Paiton.

Kapolsek Paiton AKP Noer Choeiri saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus pengeroyokan yang terjadi tiga pekan lalu. Setelah mendapatkan laporan dari korban dan dilakukan penyelidikan, Senin lalu (19/7), pihaknya mengamankan lima dari 8 tersangka kasus dugaan pengeroyokan.

”Motif kasus penganiayan secara bersama-sama atau pengeroyokan itu, masalah hutang piutang. Korban memiliki sisa hutang sebesar Rp 100 ribu pada tersangka Andika. Karena tak kunjung membayar, tersangka Adam dan rekannya nekat melakukan penganiayaan,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Jumat (30/7).

Kapolsek menerangkan, penganiayan bermula saat tersangka Andika menagih hutang pada korban yang tengah servis motor di bengkel tersangka Adam. Saat itu, utang sisa Rp. 100.000 dan terjadi cek-cok adu mulut.

Pertikaian itu dilerai warga dan mereka semua pulang ke rumah masing-masing. Di hari yang sama, sekitar pukul 15.0, tersangka WW yang masih buron dan tersangka Kris, datang kerumah korban dan mengajak keluar rumah. Sesampai di tikungan jalan tepatnya di Desa Jabung Sisir Paiton, tersangka Kris memanggil teman-temannya yang merupakan para tersangka. Di lokasi kejadian itu, terjadi cekcok mulut, dan terjadilah penganiayaan bersama-sama.

”Akibat kejadian penganiayaan itu, korban alami luka patah tulang di jari tangan kanan, patah tulang iga, memar di bagian belakang kepala, luka lecet dan memar pada wajah. Selain itu, sesak napas akibat diinjak-injak pakai kaki,” terangnya. Para tersangka dijerat dengan pasal dalam pasal 170 jo 351 KUHP, tentang penganiayaan secara bersama-sama. (mas/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/