alexametrics
29.8 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Tahanan Kabur di Polsek Kotaanyar Ditemukan Gantung Diri di Hutan

KRAKSAAN, Radar Bromo-Ahmad Fauzi 26, tersangka kasus pencurian motor yang kabur saat diperiksa di Polsek Kotaanyar pada Sabtu (29/5) lalu, ditemukan tewas tergantung, Senin pagi (31/5). Jenazahnya ditemukan di hutan Desa Curahtemu, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Rizky Santoso menerangkan, warga Dusun Krajan, Desa Sambirampak Kidul, Kecamatan Kotaanyar itu sebenarnya tengah diburu petugas usai kabur saat diperiksa.

Diperiksa di Polsek Kotaanyar, Tersangka Curanmor yang Didor Kabur

Nah, selang sehari, petugas mendapatkan laporan bahwa tersangka ditemukan bunuh diri dengan cara gantung diri di pepohonan di hutan Desa Curahtemu, Kecamatan Kotaanyar.

“Ditemukan oleh warga yang saat itu sedang datang ke hutan. Posisinya tergantung di pohon dengan tali mengikat  di lehernya. Lokasinya sekitar 6-7 kilometer dari Polsek Kotaanyar,” ujar Rizky saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bromo.

Pelaku Curanmor asal Pakuniran-Kotaanyar Ditembak Kakinya

Dari foto yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, Fauzi saat ditemukan tergantung itu memakai pakaian batik. Juga mengenakan seperti kerudung. “Ia memakai baju curian,” kata sumber di kepolisian.

Saat ditemukan tewas tergantung, tangannya juga sudah tak terborgol. Borgol yang dikenakan pelaku, ternayta ada di saku belakangnya. Borgol itu sudah dirusak.

Mendapatkan laporan warga, polisi pun kemudain melakukan evakuasi. Usai jenazahnya diturunkan, lantas dibawa ke kamar jenazah RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk dilakukan otopsi.

Pelaku Curanmor asal Pakuniran Pernah Beraksi di 4 TKP Berbeda

 

AKP Rizky menyebutkan, dari pemeriksaan, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah Fauzi. “Murni gantung diri, tersangka sebelumnya merupakan tahanan di Mapolres Probolinggo. Namun, dilimpahkan ke Polsek Kotaanyar. Tersangka menjadi tahanan selama sebulan lebih,” ujar perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.

Diketahui, Fauzi kabur dari Mapolsek Kotaanyar saat sedang dilakukan pemeriksaan oleh petugas. Saat itu, ia diperiksa oleh Kanit Reskrim Polsek Kotaanyar Aipda Febri. Lantas, ia ditinggal makan ke luar dengan posisi tangan masih terborgol.

Mendapati kesempatan itu tersangka langsung kabur. Ia kabur lewat jendela. Kemudian kabur ke arah timur Polsek, atau ke belakang Polsek. (mu/mie)

 

 

 

KRAKSAAN, Radar Bromo-Ahmad Fauzi 26, tersangka kasus pencurian motor yang kabur saat diperiksa di Polsek Kotaanyar pada Sabtu (29/5) lalu, ditemukan tewas tergantung, Senin pagi (31/5). Jenazahnya ditemukan di hutan Desa Curahtemu, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Rizky Santoso menerangkan, warga Dusun Krajan, Desa Sambirampak Kidul, Kecamatan Kotaanyar itu sebenarnya tengah diburu petugas usai kabur saat diperiksa.

Diperiksa di Polsek Kotaanyar, Tersangka Curanmor yang Didor Kabur

Nah, selang sehari, petugas mendapatkan laporan bahwa tersangka ditemukan bunuh diri dengan cara gantung diri di pepohonan di hutan Desa Curahtemu, Kecamatan Kotaanyar.

“Ditemukan oleh warga yang saat itu sedang datang ke hutan. Posisinya tergantung di pohon dengan tali mengikat  di lehernya. Lokasinya sekitar 6-7 kilometer dari Polsek Kotaanyar,” ujar Rizky saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bromo.

Pelaku Curanmor asal Pakuniran-Kotaanyar Ditembak Kakinya

Dari foto yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, Fauzi saat ditemukan tergantung itu memakai pakaian batik. Juga mengenakan seperti kerudung. “Ia memakai baju curian,” kata sumber di kepolisian.

Saat ditemukan tewas tergantung, tangannya juga sudah tak terborgol. Borgol yang dikenakan pelaku, ternayta ada di saku belakangnya. Borgol itu sudah dirusak.

Mendapatkan laporan warga, polisi pun kemudain melakukan evakuasi. Usai jenazahnya diturunkan, lantas dibawa ke kamar jenazah RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk dilakukan otopsi.

Pelaku Curanmor asal Pakuniran Pernah Beraksi di 4 TKP Berbeda

 

AKP Rizky menyebutkan, dari pemeriksaan, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah Fauzi. “Murni gantung diri, tersangka sebelumnya merupakan tahanan di Mapolres Probolinggo. Namun, dilimpahkan ke Polsek Kotaanyar. Tersangka menjadi tahanan selama sebulan lebih,” ujar perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.

Diketahui, Fauzi kabur dari Mapolsek Kotaanyar saat sedang dilakukan pemeriksaan oleh petugas. Saat itu, ia diperiksa oleh Kanit Reskrim Polsek Kotaanyar Aipda Febri. Lantas, ia ditinggal makan ke luar dengan posisi tangan masih terborgol.

Mendapati kesempatan itu tersangka langsung kabur. Ia kabur lewat jendela. Kemudian kabur ke arah timur Polsek, atau ke belakang Polsek. (mu/mie)

 

 

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/