Berdalih Tambah Stamina saat Nguli, Janda asal Mangunharjo Nyabu

MAYANGAN, Radar Bromo – Seorang janda asal Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Siti Ambar Wulandari, harus kembali berurusan dengan kepolisian. Perempuan seorang anak itu diamankan anggota Polres Probolinggo Kota karena kasus sabu-sabu.

Kini, Ambar ditahan di Mapolres Probolinggo Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kepada awak media, Ambar mengaku mengonsumsi sabu-sabu sebagai tambah stamina ketika bekerja sebagai kuli gaharu.

Dengan pekerjaannya itu, Ambar mengaku mendapatkan upah sekitar Rp 30 ribu sampai Rp 60 ribu per hari. Dari upah itulah yang disisihkan untuk membeli sabu-sabu. Namun, kini ia mengaku kapok dan tidak akan memakai sabu lagi. “Saya beli sabu Rp 400 ribu. Tapi, belum saya bayar uangnya,” katanya, kemarin.

Waka Polres Probolinggo Kota Kompol Teguh Santoso mengatakan, tersangka diamankan karena disangka menyalahgunakan narkotika jenis sabu. Selain sebagai pemakai, tersangka juga pengecer sabu. Rencananya, sabu yang dibeli akan dijual kepada temannya dan dipakai bersama. “Tersangka Ambar juga pengedar,” katanya.

Teguh mengatakan, tersangka berusia 51 tahun ini sudah lama menjadi pemakai sabu. Bahkan, statusnya residivis. “Pertama kali diamankan sebagai pemakai oleh polres tetangga. Sekarang tersangka diamankan karena pemakai sekaligus pengedar,” jelasnya.

Ketika dibekuk, tersangka tidak dapat mengelak. Saat diamankan, ditemukan sejumlah barang bukti. Di antaranya, ada dua plastik klip yang berisi sabu seberat 0,46 gram, satu unit handphone, 4 buah plastik klip kosong, dan dua buah sedotan.

“Tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (1) dan pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya maksimal selama 20 tahun penjara,” ujarnya. (mas/rud)