alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Pria asal Cukurgondang Grati Ini Nekat Bobol Rumah demi Narkoba

BANGIL, Radar Bromo – Kecanduan narkoba membuat Lukman Hakim, 37, warga Dusun Krajan, Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan nekat melakukan apa saja. Termasuk menggarong barang orang lain.

Akibatnya, ia harus berurusan dengan polisi. Itu, setelah korban memilih untuk mengadukan ke polisi. Lukman Hakim ditangkap anggota Buser Satreskrim Polres Pasuruan, Minggu (27/10) pagi. Ia ditangkap di rumahnya saat tengah istirahat.

Penangkapan itu berawal dari aksi pencurian motor N Max dan dua buah handphone. Korbannya adalah Suprapto, 53, warga Jalan Abu Bakar Turus, Kelurahan/Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Kanitbuser Satreskrim Polres Pasuruan Iptu Maryana menyampaikan, aksi pencurian itu berlangsung Minggu (13/10) sekitar pukul 01.00.

Ketika itu, tersangka mendatangi rumah korban dengan memanjat tembok rumah. Ia memanjat untuk kemudian menuju lantai dua rumah. Kebetulan, rumah korban sedang direnovasi. Sehingga memudahkannya untuk beraksi.

Tersangka kemudian menggarong dua handphone korban. “Tak puas hanya sampai di situ. Tersangka juga menggarong motor N-Max milik korban yang terparkir di lantai satu,” terang Maryana.

Motor itu pun kemudian dibawanya menuju rumahnya. Korban sendiri baru mengetahui barang-barangnya raib pagi hari sekitar pukul 05.00. “Karena merugi hingga Rp 25 juta, korban kemudian melapor ke polisi,” tukasnya.

Berangkat dari laporan itulah, petugas bergerak melakukan penelusuran. Hingga akhirnya, petugas mendapati titik terang. Setelah mengetahui pelakunya adalah Lukman Hakim, petugas pun menangkapnya.

Tersangka sendiri tak bisa mengelak. Ia mengaku terpaksa mencuri demi memenuhi rasa ketagihannya pada narkoba. “Ia nekat mencuri untuk membeli narkotika,” imbuh Maryana saat mendampingi Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Dewa Putu Prima.

Aksi pencurian tersebut, bukan hanya sekali ini saja dilakukannya. Ia pernah dua kali melakukan aksi di lokasi berbeda. “Sebelumnya, ia juga melakukan aksi bobol rumah di wilayah Pandaan sebanyak dua kali,” jelasnya.

Karena ulahnya itulah, tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ia terancam hukuman tujuh tahun penjara. (one/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Kecanduan narkoba membuat Lukman Hakim, 37, warga Dusun Krajan, Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan nekat melakukan apa saja. Termasuk menggarong barang orang lain.

Akibatnya, ia harus berurusan dengan polisi. Itu, setelah korban memilih untuk mengadukan ke polisi. Lukman Hakim ditangkap anggota Buser Satreskrim Polres Pasuruan, Minggu (27/10) pagi. Ia ditangkap di rumahnya saat tengah istirahat.

Penangkapan itu berawal dari aksi pencurian motor N Max dan dua buah handphone. Korbannya adalah Suprapto, 53, warga Jalan Abu Bakar Turus, Kelurahan/Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Kanitbuser Satreskrim Polres Pasuruan Iptu Maryana menyampaikan, aksi pencurian itu berlangsung Minggu (13/10) sekitar pukul 01.00.

Ketika itu, tersangka mendatangi rumah korban dengan memanjat tembok rumah. Ia memanjat untuk kemudian menuju lantai dua rumah. Kebetulan, rumah korban sedang direnovasi. Sehingga memudahkannya untuk beraksi.

Tersangka kemudian menggarong dua handphone korban. “Tak puas hanya sampai di situ. Tersangka juga menggarong motor N-Max milik korban yang terparkir di lantai satu,” terang Maryana.

Motor itu pun kemudian dibawanya menuju rumahnya. Korban sendiri baru mengetahui barang-barangnya raib pagi hari sekitar pukul 05.00. “Karena merugi hingga Rp 25 juta, korban kemudian melapor ke polisi,” tukasnya.

Berangkat dari laporan itulah, petugas bergerak melakukan penelusuran. Hingga akhirnya, petugas mendapati titik terang. Setelah mengetahui pelakunya adalah Lukman Hakim, petugas pun menangkapnya.

Tersangka sendiri tak bisa mengelak. Ia mengaku terpaksa mencuri demi memenuhi rasa ketagihannya pada narkoba. “Ia nekat mencuri untuk membeli narkotika,” imbuh Maryana saat mendampingi Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Dewa Putu Prima.

Aksi pencurian tersebut, bukan hanya sekali ini saja dilakukannya. Ia pernah dua kali melakukan aksi di lokasi berbeda. “Sebelumnya, ia juga melakukan aksi bobol rumah di wilayah Pandaan sebanyak dua kali,” jelasnya.

Karena ulahnya itulah, tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ia terancam hukuman tujuh tahun penjara. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/