Mantan Kades Sokaan Jadi Tersangka Penipuan

KRAKSAAN, Radar Bromo –Mantan Kades Sokaan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo Solehuddin akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dugaan penipuan. Ia ditetapkan sebagai tersangka, Senin (27/7) oleh Unit Reskrim Polsek Kraksaan.

Kanit Reskrim Polsek Kraksaan Iptu Maruji mengatakan, pihaknya baru bisa menetapkan tersangka setelah gelar perkara. Sebelumnya, kasus itu sempat tertunda lantaran adanya pandemi Covid-19.

“Sudah tersangka. Kami telah melakukan gelar perkara yang dipimpin oleh Kapolsek,” ungkapnya.

Mantan kades itu, menurut Kanit Reskrim, sudah dipanggil sebagai saksi. Panggilan pertama, tersangka tidak datang dengan alasan tidak masuk akal. Karena itu, kemudian dilayangkan panggilan kedua. Pada panggilan kedua itu, tersangka akhirnya datang.

“Setelah itu, ternyata masih ada yang kurang. Kami panggil lagi untuk penambahan data, ternyata tidak hadir. Dua kalinya kami panggil juga tidak datang,” terangnya.

Yang bersangkutan akhirnya ditetapkan sebagai tersangka setelah memenuhi dua alat bukti. “Setelah itu digelar perkara dan ditetapkan menjadi tersangka,” tandasnya.

Pihaknya pun berencana memanggil tersangka dalam waktu dekat. Jika tidak hadir, bisa dipanggil kembali. Namun, jika tetap mangkir, pihaknya akan menetapkan tersangka sebagai DPO.

“Kami sudah berusaha memanggil dengan baik. Tetapi, jika terus mangkir, maka akan kami tetapkan sebagai DPO,” terangnya.

Kasus ini sendiri sebenarnya mendapat perlawanan hukum dari tersangka. Soleh –panggilannya-, melayangkan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan.

Dalam gugatannya yang dilayangkan pada 13 Juli itu, ia merasa telah beriktikat baik. Yang mana, ia berusaha mengembalikan uang sewa tanah.

Tetapi, pelapor menolak dan malah meminta tebusan Rp 80 juta. Karena itu, ia merasa keberatan. Hingga kemudian menggugat pelapor dengan membayar kerugian Rp 500 juta.

Jawa Pos Radar Bromo pun berusaha mengonfirmasi kuasa hukum tersangka, Subhan Fasrial. Baik melalui pesan singkat WhatsApp atau telepon. Namun, tidak ada respons.

Sementara itu, Nanang Hariyadi sebagai kuasa hukum pelapor mengatakan, pihaknya tidak gentar dengan gugatan tersangka. Apalagi, dalam sidang gugatan yang bersangkutan tidak hadir.

“Ini sudah jadwal sidang yang kedua dan dia tidak hadir. Yang pertama juga tidak hadir,” tandasnya.

Menurutnya, dalam Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 1/2016 tentang iktikat baik dalam proses mediasi dan akibat hukumnya, terdapat waktu 30 hari untuk mediasi. Karena itu, pihaknya masih bersedia dalam panggilan sidang ketiga nanti.

“Nanti kami masih akan datang. Karena Perma berbunyi seperti itu,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mantan Kades Sokaan Solehuddin dipolisikan. Ia dituding telah melakukan penipuan terhadap Herry Budiawan. warga Kelurahan Kandangjati Kulon, Kecamatan Kraksaan.

Laporan itu dilakukan pada 31 Januari. Mulanya Sholehuddin menawari pelapor tanah seluas 8.630 meter persegi, Jumat (18/10) tahun 2018. Tanah itu disebutkan milik ibunya.

Sholehuddin menawarkan gadai. Herry lantas menyetujui untuk menerima gadai tersebut. Setelah dibayar, ternyata tanah yang diberikan adalah tanah kas desa dengan luasan 500 meter persegi. (sid/hn)