Gulung 6 Pencuri di Pasuruan, 3 Diantaranya Beraksi di Sejumlah Lokasi

PANGGUNGREJO, Radar Bromo-Polres Pasuruan Kota berhasil mengungkap tindak kejahatan di tujuh tempat kejadian perkara (TKP). Tiga pelaku yang berhasil ditangkap di antaranya diketahui telah melakukan aksinya di lebih dari satu TKP.

Senin (29/7), ungkap kasus di 7 TKP itu dirilis. Total ada enam pelaku yang diamankan. Mereka terlibat pencurian di 7 lokasi.

Mereka adalah Rudi Hartono yang terlibat pencurian di empat TKP; Achmad Maulana yang beraksi di lima TKP; M. Arif yang beraksi di dua TKP. Selanjutnya, Mukmin, Muhammad Fajar Sodiq, dan Muhammad Ghufron masing-masing beraksi di satu TKP.

Kasubbag Humas Polresta AKP Endy Purwanto mengungkapkan, khusus Muhammad Ghufron sudah lama masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Ia mencuri di Hotel BJ Perdana 2013 silam.

Saat itu ia melakukan aksinya bersama seorang temannya yang sudah tertangkap lebih dahulu pada 2014 silam.

Dari tangannya, Polresta berhasil mengamankan sejumlah barang bukti (BB). Di antaranya berupa BPKB, STNK, rekaman CCTV, dan kunci T.

Sementara untuk lima pelaku lainnya terlibat dalam pencurian dengan pemberatan (curat) dengan modus merusak TKP dengan menggunakan linggis dan obeng.

Endy –sapaan akrab Kasubag Humas- lantas mencontohkan aksi yang dilakukan oleh M. Arif, Rudi Hartono, dan Achmad Maulana. Ketiga pelaku ini beraksi di sebuah rumah di wilayah Gadingrejo tahun ini untuk mencuri motor Honda Supra X warna hitam. Saat beraksi, mereka merusak kaca rumah dengan menggunakan linggis.

“Modus yang dilakukan lima pelaku, selain Muhammad Ghufron, sama. Mereka merusak rumah atau tempat sasaran dengan mencongkel kaca atau genteng dengan linggis. Dari hasil penyelidikan, maka dikembangkan jika mereka beraksi di lebih dari satu TKP,” jelas Endy.

Endy menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan waspada kapanpun dan dimanapun. Sebab, aksi kejahatan saat ini tidak memandang waktu. Ungkap ini sendiri merupakan bentuk komitmen Polri untuk menjaga keamanan wilayah.

“Selain kasus Muhammad Ghufron, untuk enam LP lainnya terjadi pada 2019. Keenam LP ini berhasil diungkap oleh tim Resmob Suropati Pasuruan. Cepat atau lambat, tindak kejahatan pasti terungkap,” terangnya. (riz/mie)