Disalip Lalu Marah dan Pukul Orang, Warga Gending Ini Diamankan, Ternyata Malah Bawa Pil

MAYANGAN, Radar Bromo – Ketenangan warga di Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, mendadak berubah Senin (29/6) sore. Ini menyusul terjadi keributan di salah satu rumah warga sekitar. Keributan itu bahkan harus ditangani polisi, yang kemudian mengamankan salah satu pelaku.

Pelaku yang diamankan itu bernama Hasan Nurudin, 31, warga Desa Bulang, Gending. Dia yang dianggap paling bertanggung jawab atas insiden keributan dan berujung penganiayaan. Saat diamankan, dia juga kedapatan membawa sekitar 200 butir pil Dextro.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, penangkapan Hasan terjadi sekitar pukul 14.30. Semuanya berawal dari keributan yang dilakukan Hasan di rumah Abdur Rohman Faqih, 17. Abdur Rohman Faqih sore itu akan pulang dari rumah temannya di Jalan Cokroaminoto.

Dia melintas dengan menggunakan motor CBR N 2638 SX. Ketika berada di jalan Sunan Ampel, Faqih bermaksud menyalip sebuah mobil pikap. Singkatnya, Faqih membetot gas motornya dan menyalip Hasan yang saat itu mengendarai motor Satria FU nopol N 6882 QR.

“Kemungkinan pelaku ini tidak terima karena disalip. Sehingga, dia mengejar pelaku sampai rumahnya. Di depan rumah korban, Hasan menendang sepeda motor korban dan mengejar korban ke halaman rumah,” ujar AKP Heri Sugiono, kasatreskrim Polres Probolinggo Kota, kemarin (29/6).

Dari keterangan Faqih, pelaku sempat meminta STNK miliknya dan memukuli korban. Akibatnya Faqih mengalami luka di bagian wajah dan luka robek dibagian tangan.

“Pelaku membawa senjata tajam berupa pisau. Ketika diamankan petugas, di tas pinggangnya ditemukan 200 butir Dextro. Kami akan koordinasi dengan satreskoba terkait ini,” ujarnya.

Saat disinggung pasal yang akan menjerat pelaku, Heri masih belum memastikan jelas jeratan yang akan dikenakan karena pelaku masih diperiksa. “Kemungkinan akan dikenai KUHP pasal penganiayaan. Sedangkan untuk obat edar farmasi ini kami akan berkoordinasi dengan satreskoba,” jelasnya.

Korban penganiayaan ini sejatinya ada 2 orang. Selain Abdur Rohman Faqih, yang dikejar pelaku, ada pula Rifqy Hartono, 23. Nama terakhir yang disebut adalah kakak Faqih. Rifqy saat itu berusaha menghalangi pelaku yang akan mencederai adiknya.

“Adik saya yang dikejar pelaku waktu pulang ke rumah. Saya berusaha melindungi adik saya karena pelaku ini bawa pisau. Makanya saya luka di pergelangan tangan juga,” ujar Rifqy sambil menunjukkan pergelangan tangan kanannya yang luka.

Baik Rifqy maupun adiknya sama-sama tidak mengenal pelaku. Ketika terjadi keributan, warga sekitar rumah menolong 2 bersaudara ini. Bahkan, ada warga lain yang juga terluka karena aksi Hasan Nurudin.

Sementara itu, Faqih memastikan bahwa dia tidak mengenal pelaku yang menyerangnya. Ketika dia sampai di rumahnya, tiba-tiba pelaku menendang sepeda motornya dan meminta STNK.

“Ketika saya masuk ke rumah, dia (pelaku, Red) malah mengejar ke dalam rumah sambil bawa pisau. Kakak saya yang melindungi saya ikut terluka tangannya karena pisau yang dia bawa,” ujarnya. (put/fun)