Tergiur Iphone Murah, Warga Kebonsari Kulon Tertipu Rp 32,3 Juta  

MAYANGAN, Radar Bromo– Harapan Muhammad Dodin Alfariz, 20, mendapatkan Iphone 11 dengan harga murah, harus dibayar mahal. Warga Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, itu harus menguras tabungan kakaknya sampai Rp 32,3 juta.

Kamis (30/1), ia didampingi kakak iparnya, Muhammad Irwansyah, 35, mengadu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolres Probolinggo Kota. Kepada polisi, Dodin mengaku tertipu dan tak sadar sampai mentransfer duit hingga puluhan juta rupiah. Mereka pun melaporkan kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh pemilik akun Hp Murah Bali Celluler di Instagram.

Dodin mengaku, semula tergiur dengan harga Iphone 11 yang dibandrol kurang dari Rp 2 juta. Katanya, Iphone itu dibandrol murah karena barang black market. Harga itu hanya untuk biaya cukai di Surabaya.

Mendengar penjelasan pemilik akun, Dodin percaya. Karenanya, ia menghubungi kakaknya dan hendak meminjam uang untuk membelinya. “Jadi, kakak menghubungi suaminya yang kebetulan di Surabaya agar mentranferkan. Namun, saldo M-bangkingnya tidak cukup,” ujarnya.

Karenanya, kakak iparnya memberikan inisiatif untuk menggunakan kartu anjungan tunai mandiri (ATM) yang dipegang istrinya. Dodin pun memegang ATM dan terus berkomunikasi dengan pemilik akun.

Ternyata, pemilik akun tersebut terus meminta korban mentransfer sejumlah uang kepada nomor rekeningnya. Bahkan, saldo ATM yang semula mencapai RP 34 juta, tanpa sadar tersisa Rp 1,7 juta. “Saya seperti digendam. Saya terus mentranfer tanpa pikir panjang. Ini bukti transfernya,” ujar Dodin menunjukan struk bukti transfer dari ATM.

Sadar tertipu, akhirnya korban memberitahukan kepada kakaknya. Segala upaya telah dilakukan. Mulai mengumpulkan bukti transfer berupa struk serta menghubungi penjual melalui handphone. Namun, upayanya menemui jalan buntu. “Transfer itu dilakukan Rabu (29/1),” ujar Dodin.

Karena menemui jalan buntu, kemarin Dodin bersama kakak iparnya yang telah pulang dari Surabaya, melapor ke Polresta. “Saya tergiur karena harganya murah. Setelah transfer pertama, saya tidak sadar berapa kali transfer lagi,” ujarnya.

Kakak Ipar korban, Muhammad Irwansyah mengatakan, selain melaporkan kejadian ini ke Polresta, pihaknya juga akan melapor ke bank. “Setelah istri saya telepon uangnya ludes, saya hubungi call centre bank untuk diblokir. Saat ini saya juga akan melaporkan ke bank tersebut,” ujarnya.

Terkait adanya laporan ini, petugas meminta korban melengkapi bukti laporannya. Salah satunya bukti laporan dari pihak bank. “Bukannya tidak diterima, namun kami persilakan melapor ke pihak bank dulu. Dan, bukti laporan itu sebagai penguat laporan ke kepolisian,” ujar salah seorang petugas SPKT Polres Probolinggo Kota sambil meminta namanya tak dikorankan. (rpd/rud)