Simpan Sabu di Bungkus Rokok, Kuli asal Tambaklekok Dibekuk

BANGIL, Radar Bromo – Hasil dari kuli bangunan yang tak pasti, membuat Mohammad Halim, warga Desa Tambaklekok, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuraun, menggeluti bisnis lain. Namun, bisnis sampingan yang dilakoninya harus menyeretnya ke balik jeruji penjara.

Sebab, bisnis tersebut bertentangan dengan hukum. Ia nekat menjadi kurir sabu-sabu. Akibat ulahnya itulah, ia kini harus ditahan di sel penjara.

Kasubaghumas Polres Pasuruan AKP Hardi mengungkapkan, pemuda 20 tahun itu ditangkap di tepi jalan Alun-alun Bangil, Kelurahan Kauman, Kecamatan Bangil. Ia ditangkap Rabu dini hari (29/1) sekitar pukul 01.00.

Penangkapan itu bermula dari penyelidikan yang dilakukan petugas. Sebelumnya, petugas memang memperoleh informasi kalau tersangka kerap membawa sabu-sabu.

Bukan hanya untuk dikonsumsinya sendiri, tetapi ia juga sering mengirim barang haram itu untuk pemesan. “Informasi itu ditindaklanjuti petugas Satresnarkoba Polres Pasuruan,” ujar Hardi.

Upaya itu tak sia-sia. Petugas berhasil mendapati tersangka tengah menunggu seseorang. Saat itulah petugas kemudian bergerak mendekatinya. Penggeledahan dilakukan.

Hasilnya, sejumlah barang bukti berhasil ditemukan. Selain sabu-sabu seberat 0,26 gram, petugas juga mengamankan handphone serta bungkus rokok. “Anggota Satresnarkoba menemukan sabu-sabu itu disimpan tersangka di bungkus rokok,” sambungnya.

Atas temuan itulah, tersangka bersama barang buktinya digiring ke Mapolres Pasuruan untuk pemeriksaan. Kepada petugas, tersangka mengaku kalau nekat menjadi kurir untuk menambah pendapatan. Maklum, menjadi kuli bangunan, hasil yang diperolehnya tak seberapa.

Kini, karena ulahnya itulah, tersangka disangkakan melanggar pasal 114 jo pasal 112 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya, 10 tahun penjara. (one/mie)